Handika Dany Rahmayanti: Model yang Lulus Cum Laude Doktor Fisika Pada Usia 25 tahun

Bagikan:

Bandung, FMIPA.itb.ac.id   -Keinginan Handika atau Dika, biasa dia dipanggil,  selepas lulus Program Sarjana Fisika  dari PTN di Jawa Tengah hanyalah bekerja. Namun  pembimbing  saat di  S1  menyarankan  melanjutkan studi di ITB. Bukan hal mudah masuk ITB buatnya, bahkan untuk mendapatkan nilai TOEFL yang sesuai persyaratan pun sampai harus mengikuti tes lebih dari 7 kali. Dika pantang menyerah,  belajar mandiri, tanpa les, sampai akhirnya berhasil.

Dika diterima di Fisika ITB melalui Program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana unggul (PMDSU) di Program Studi Magister Fisika, FMIPA ITB. Mendapatkan  atmosfer akademik yang baru memompa motivasi belajarnya. Sukses beradaptasi, Dika makin termotivasi karena DIka dihadapkan dengan banyak hal yang dia tidak tahu dan tentunya ingin dia ketahui.

Bekerja sambil kuliah, merupakan sebuah tantangan yang selalu ingin dilakukan oleh Dika. Dimulai menjadi  sales produk, marketing tour travel, bisnis consultant perusahaan dagang berjangka, EO, radio, koran, mengajar les, dan sebagainya telah dilakoninya. Kemandirian dan dorongan harus membayar kuliah dan kebutuhan sendiri tanpa harus meminta ke orang tua membuat Dika giat dalam bekerja sambil kuliah. Kecintaannya dalam bersosialisasi untuk menambah kenalan dan relasi pun masih terus dilakoninya semasa kuliah di ITB.

Dika berhasil menyelesaikan studi dengan cemerlang hasil dari mengatur pola belajar. Tidur lebih cepat setelah isya, kemudian bangun sekitar jam 2 pagi, rajin berkonsultasi dengan pembimbing  yang hampir  dilakukannya seminggu sekali meskipun hanya dengan progress kecil. Bahkan jika sedang dikejar deadline paper, hampir setiap hari berkonsultasi. Bertemu langsung maupun berbalas email dengan pembimbing semuanya ditempuh supaya target tercapai. Diskusi dengan teman laboratorium juga tidak pernah dilewatkan Dika jika sedang mengalami kesulitan.

Penyuka travelling dan modelling ini menyalurkan hobi dengan bekerja di agensi model sebagai program director sambil menyelesaikan studi di Program Studi Magister Fisika ITB. Selepas lulus dari Program Magister Fisika, Dika melanjutkan studi di Program Studi Doktor Fisika dengan pembimbing Prof. Mikrajuddin Abdullah dan berhasil mempertahankan  disertasi dengan judul “Serat dalam Fenomena Sekitar Kita: Kajian Sifat Statistik, Serapan, dan Potensi Aplikasinya” . Tidak ada  yang sia-sia buah dari kerja kerasnya. Predikat Cum Laude berhasil disandang Dika tepat di usia 25 tahun . Tak perlu menunggu lama, salah satu PTN  di Jawa Barat telah menerima Dika  sebagai  dosen tetap.

Dari Dika kita belajar mengubah kegagalan menjadi kesuksesan. Dengan kesabaran dalam berproses dan keyakinan bahwa pasti dapat sampai ke tujuan. Maka terus melangkah dan tidak menyerah dalam menjalani proses merupakan kunci sampai kepada tujuan dan harapkan.

Penulis: Ani Hamidah, Editor: MI

Berita Terkait

EnglishIndonesia