Rosydiati, Tenaga Kependidikan ITB Raih Yudisum Cum Laude di Program Studi Magister Kimia FMIPA-ITB

Bagikan:

BANDUNG, fmipa.itb.ac.id.   -Rosydiati, atau akrab dipanggil Rosi adalah tenaga kependidikan yang bertugas sebagai laboran di Laboratorium Analisis Bahan Makanan, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB. Impian sang ibunda yang  pada masa kecilnya bermain-main di ITB ingin agar anaknya  bisa berkuliah di kampus gajah terwujud. Rosi diterima menimba ilmu di Program Studi Magister Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB, sekaligus mendapatkan Beasiswa PASTI dari Kemeristekdikti.

Sebagai analis lab, ibu satu anak ini bertugas untuk melayani praktikum dan menjadi tempat bertanya mahasiswa yang praktikum. Hal ini menjadikan motivasi sendiri untuk mengembangkan kemampuan diri agar lebih klik dalam memberikan pelayanan di lab. Tidak ada yang sulit jika berusaha agar berhasil. Rosi berhasil membagi waktu dan peran antara tugas sebagai istri, ibu, sebagai analis, dan peran barunya sebagai mahasiswa. Penyiapan alat dan bahan untuk keperluan praktikum dilakukan terlebih dahulu di pagi hari sebelum kuliah, atau sore hari jika keesokan pagi ada kuliah. Untuk menambah dasar ilmu dalam melakukan penelitian, Rosi terkadang membaca literatur ilmiah saat dibonceng suami di motor. Memanfaatkan waktu senggang, di sela-sela aktivitasnya sebagai analis lab pun, Rosi membaca dan menulis untuk keperluan penelitian.

Rosydiati. [Foto: Koleksi pribadi]

Mendapatkan Juara 1 Pranata Laboratorium Tenaga Kependidikan Berprestasi Tingkat Nasional pada Tahun 2018. (Foto: Koleksi pribadi)

Di bawah bimbingan Prof.  M. Bachri Amran,  Rosi menyusun  tesis dengan judul “Polimer Bercetakan Molekul Sebagai Material Fungsional Selektif Untuk Pemisahan alpha -Tokoferol dengan Metode Batch” dan meraih  predikat Cum Laude pada Wisuda Juli 2019.

Selain aktif kuliah dan melayani praktikum Rosi adalah peraih Juara 1 Pranata Laboratorium Tenaga Kependidikan Berprestasi tingkat Nasional pada Tahun 2018 dengan menyusun karya ilmiah berjudul dengan judul “Inovasi pengolahan limbah medium kultur jaringan melalui fermentasi dengan saccaromyces cerevicae (fermipan) menjadi pupuk cair untuk aklimatisasi dan hidroponik”. Ketertarikannya kepada kultur jaringan dan kekhawatiran akan limbah yang membahayakan bagi lingkungan  karena dibuang seperti limbah rumah tangga menjadi dorongan baginya  membuat  produk inovasi sebagai sumbangsihnya  untuk laboratorium tempat bekerja dan laboratorium kultur jaringan lainnya. Semoga ke depannya  dapat dikembangkan untuk industri dalam bidang kultur jaringan.

Berfoto bersama pembimbing Prof. M. Bachri Amran, sesaat setelah Seminar Magister . (Foto: Koleksi pribadi)

Bersama mahasiswa, ketika sedang bertugas sebagai Laboran di Laboratorium Analisis Bahan Kimia (Foto: Koleksi pribadi)

Penyuka makan ini memiliki persepsi dalam mengartikan tugas laboran. Seorang laboran itu harus tetap mengembangkan ilmu dan berkarya karena  interaksi sering dan langsung dengan mahasiswa, juga sifat akan ilmu yang sangat bergerak dinamis yang menuntut pengembangan diri. Itulah  pendorong utama Rosi selalu belajar dan mengembangkan diri. Ilmu yang telah diperolehnya akan sangat bermanfaat untuknya yang sebagai laboran, dan sebagai ibu madrasah untuk anak-anaknya.

Banyak hal yang dapat dipetik dari semangat Rosi belajar. Menuntut ilmu dan mengembangkan diri  itu tidak mengenal usia, dan peran. Siapapun, kapanpun dan dimanapun. Selalu ikhlas bekerja dengan  yang  ditugaskan saat ini sepenuh hati.  Maka kelak akan meraih sebuah hasil yang berlipat ganda pada masa mendatang. (Ani Hamidah, Editor: MI)

Berita Terkait

EnglishIndonesia