Pidato Ilmiah Prof. Ben L. Feringa: “The Joy of Discovery” pada Peringatan Dies Natalis ITB yang ke-61

Bagikan:

Bandung, FMIPA.itb.ac.id. – Senin, 2 Maret 2020. Dalam rangka Dies Natalis ITB yang ke-61, ITB menyelenggarakan sidang terbuka dan penganugerahan Doktor Kehormatan yang diselenggarakan di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung. Pada sidang terbuka ini dhadirkan tamu kehormatan, yaitu Prof. Julie Willis (University of Melbourne), Prof. Ben L. Feringa (University of Groningen), dan Prof. Johan Woltjer (University of West Minister). Acara dibuka dengan khidmat oleh Prof. Reini Wirahadikusumah selaku rektor ITB periode 2020-2025. Pada kesempatan ini, ketua Senat Akademik ITB, Prof. Hermawan Kresno Dipojono, Ph.D. menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar untuk mahasiswa, sehingga lulusan ITB dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat untuk meningkatkan harkat martabat bangsa di kemudian hari.

Prof. Ben L. Feringa menyampaikan salah satu peluang aplikasi molecular motor di bidang kesehatan. (Foto: Yuda ITB)

Dalam sidang terbuka ini, Prof. Ben L. Feringa (Nobel Laureate Kimia 2016) menyampaikan sebuah pidato ilmiah yang berjudul “The Joy of Discovery”. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan searangkaian penelitian yang beliau lakukan bersama timnya yang berlokasi di University of Groningen, Belanda. Beliau sendiri memiliki fokus penelitian dalam bidang kimia organik, khususnya stereokimia. Adapun hasil karya yang mengantarkan beliau dalam mendapatkan penghargaan Nobel in Chemistry 2016 berkaitan dengan desain dan sintesis dari mesin molekuler (The design and synthesis of molecular machine). Penghargaan ini beliau dapatkan bersama dua orang kolaboratornya, yaitu Jean-Pierre Sauvage dan J. Fraser Stoddart. Dalam pidato ilmiahnya, beliau menjelaskan tentang bagaimana luasnya ilmu pengetahuan yang dapat mengantarkan manusia ke dalam masa depan yang lebih baik. Dalam banyak penelitian yang beliau lakukan, terdapat banyak kerja sama yang beliau jalin dengan berbagai institusi sehingga penelitian beliau dapat diaplikasikan secara langsung dalam meningkatkan kualitas hidup manusia dan menangani berbagai permasalahan yang ada di tengah masyarakat. Adapun latar belakang penelitian beliau dalam sintesis molecular motor yang berukuran nano adalah tuntutan diperlukannya jenis molekul dengan karakteristik seperti ini serta luasnya aplikasi yang dapat dieksplorasi. Beliau menyampaikan bahwa salah satu aplikasi besar yang dapat diterapkan dalam penciptaan molekul-molekul tersebut adalah dalam dunia kesehatan.

Prof. Ben L. Feringa memotivasi dan menginspirasi seluruh peserta pidato ilmiah. (Foto: Yuda ITB)

Dalam pidato ilmiah yang disampaikan oleh Prof. Ben L. Feringa, beliau juga banyak menyampaikan motivasi-motivasi yang luar biasa kepada peserta yang hadir. Beliau mengatakan bahwa segala sesuatu dimulai dengan hal yang kecil, termasuk dalam proses yang beliau lakukan dalam menyintesis molekul-molekul yang rumit. “Don’t be afraid in failures, the failures will teach us a lot from them. It is normal if you get the failures. The most important thing you need to do is work hard, work harder, and work smart”. Dalam perjalanan penelitian yang dilakukan oleh Prof. Ben L. Feringa, beliau mengatakan kerap kali beliau dihadapi oleh berbagai macam kegagalan. Akan tetapi, kegagalan tersebut yang akan mengantarkan kita ke dalam sesuatu yang lebih besar. Adapun hal-hal yang paling penting untuk dilakukan adalah terus berusaha dan melewati batas-batas kemampuan kita agar kita dapat menemukan hal-hal yang luar biasa di kemudian hari. Di akhir pidato ilmiahnya, Prof. Ben L. Feringa memberikan nasihat kepada para mahasiswa dan juga peserta yang hadir pada saat itu. Dalam pidatonya beliau mengatakan “follow your dreams, be confident of what you do, discover your energy and find what is your passion and discover your limits”. Selanjutnya, dilakukan sesi tanya jawab yang diikuti oleh antusiasme yang sangat besar oleh peserta yang hadir baik dari kalangan dosen ataupun mahasiswa. Sesi pidato ilmiah dari Prof.Ben L. Feringa ditutup dengan tepuk tangan yang sangat meriah dari seluruh orang yang hadir karena apa yang beliau sampaikan sangat menginspirasi dan memotivasi setiap orang yang mendengarkannya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan berupa gelar Honorary Doctorate kepada Prof. Ben L. Feringa serta honorary Professor kepada Prof. Julie Willis (University of Melbourne), Prof. Ben L. Feringa (University of Groningen), dan Prof. Johan Woltjer (University of West Minister) oleh rektor ITB Prof. Reini Wirahadikusumah. Adapun penghargaan yang diberikan ini didasarkan atas kontribusi yang diberikan oleh Prof. Ben L. Feringa, Prof. Julie Willis, dan Prof. Johan Woltjer dalam bidang ilmu pengetahuan dan penelitian.

Dalam upaya realisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa, dosen dan civitas akademika ITB  sejatinya dapat mengambil pelajaran dari karakteristik molecular motor dalam menjalankan kehidupan. Selayaknya molecular motor, para mahasiswa, dosen, dan civitas akademika ITB diharapkan memiliki semangat juang yang tinggi, meski dalam ukuran yang kecil di tingkatan molekuler, spirit kemerdekaan dan semangat belajar dalam menemukan hal baru sejatinya dapat ditingkatkan, sehingga mampu menciptakan molekul-molekul perubahan baru untuk Indonesia yang mampu meningkatkan harkat dan martabat bangsa di hadapan mata dunia. (oleh: Delfianti Pratiwi, editor: MI)

Berita Terkait

EnglishIndonesia
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com