Pembangunan Observatorium di Indonesia dalam Simposium Mini ICMNS 2018

Bandung, FMIPA.itb.ac.id.  –Pada hari kedua The 7th ICMNS (International Conference on Mathematics and Natural Sciences), 4 November 2018, dilangsungkan simposium mini mengenai perkembangan terkini dari pembangunan observatorium di Indonesia. Acara berlangsung di Ruang 9401 Labtek I dan dihadiri oleh dosen astronomi serta para penggiat astronomi dari berbagai institusi pendidikan di Indonesia.

Simposium mini dibuka dengan presentasi dari Premana W. Premadi selaku Kepala Observatorium Bosscha saat ini. Acara dilanjutkan dengan sesi presentasi dari delapan institusi yang saat ini sedang membangun dan/atau mengembangkan observatorium di daerah bersangkutan.

Apabila hanya melihat dari peserta simposium mini kali ini, terdapat sedikitnya sepuluh observatorium di Indonesia yang sudah berdiri atau sedang dalam pembangunan. Diperkirakan masih banyak observatorum lain di luar Pulau Jawa dan Sumatra yang masih belum terdata. Sebagian besar observatorium tersebut berada di bawah institusi pendidikan, khususnya perguruan tinggi berbasis agama dan juga pesantren, seperti Observatorium Assalaam (Solo), Observatorium e-Maya (Subang),  Universitas Ahmad Dahlan (DI Yogyakarta), Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadyah Sumatra Utara (OIF UMSU – Medan), UIN Sunan Ampel (Surabaya), dan UIN Walisongo (Semarang). Dengan latar belakang tersebut, observatorium dari institusi bersangkutan secara spesifik memiliki fokus kepada tujuan pendidikan dan pengembangan ilmu falak.

Ada pula observatorium yang dibangun dari pihak swasta, yaitu Yayasan Imah Noong. Imah Noong yang merupakan bahasa Sunda dari ‘rumah mengintip’ memiliki fokus kepada pengamatan hilal dan eksplorasi astrofotografi sebagai fungsi utama observatorium. Namun di samping itu, Imah Noong juga turut melakukan pengembangan komunitas seperti pemberian beasiswa, pengaliran air, peternakan, pertanian, dan lokakarya untuk pertukangan dalam pembangunan observatorium.

Dari sepuluh observatorium yang berpartisipasi dalam simposium mini, terdapat tiga observatorium yang fokus ke dalam penelitian astronomi dan astrofisika. Ketiga observatorium tersebut adalah Observatorium Bosscha (Bandung) , Observatorium Nasional Timau (Kupang), dan Lampung Astronomical Observatory (Lampung). Namun hingga saat ini Observatorium Nasional Timau dan Lampung Astronomical Observatory masih dalam tahap pembangunan.

Sesi presentasi berlangsung selama tiga jam dari pukul 13.00 hingga 16.00 dengan diselingi tanya jawab dan dilajutkan dengan diskusi antara seluruh peserta. Dari diskusi tersebut dibentuk asosiasi antar observatorium di Indonesia yang dinamakan dengan Indonesia Astronomy Network (IAN). Dengan adanya asosiasi ini diharapkan dapat terjalin komunikasi yang baik antar observatorium sehingga kebutuhan setiap observatorium bisa saling terpenuhi. [sarashanti, editor: MI]

Berita Terkait

EnglishIndonesia