Pengembangan Elektrospinning, Sistem Fabrikasi Nanoserat

Bagikan:

Bandung, FMIPA.itb.ac.id.   -Saat ini nanoteknologi berkembang begitu pesatnya, mendorong semua peneliti dari dunia akademik maupun industri berlomba untuk mengembangkan karya baru yang berkaitan dengannya. Nanoteknologi merupakan penelitian dan pengembangan teknologi pada level atom, molekul dan makromolekul, dengan rentang skala 1-100 nm. Beragam karakteristik unik yang dihasilkan dari suatu material berukuran nano, menjadikannya sangat berpotensi diaplikasikan ke berbagai bidang seperti: elektronik, filter, sensor, biomedis, obat-obatan dan lain sebagainya.

Salah satu material nano yang saat ini menjadi perhatian para peneliti adalah nanofiber atau nanoserat, adalah struktur nano yang berbentuk benang-benang halus yang berukuran orde nanometer. Nanoserat tergolong struktur material nano satu dimensi (1D) yang memiliki banyak kelebihan, diantaranya perbandingan luas permukaan dengan volume yang besar, memiliki struktur permukaan dan porositas yang dapat dikontrol. Karena itu, nanoserat sangat cocok diaplikasikan ke berbagai bidang seperti rekayasa jaringan, kedokteran, obat-obatan, makanan, kosmetik, filter, katalis, sensor, sel surya dan masih banyak lagi potensi bidang yang dapat diterapkan.

Banyak teknik yang dapat dilakukan untuk membuat atau mensintesis nanoserat dari bahan baku berupa polimer. Salah satu teknik yang paling populer adalah elektrospinning atau pemintalan elektrik. Metode ini memanfaatkan medan listrik yang dihasilkan dari tegangan tinggi yang diberikan pada larutan polimer, sehingga larutan dapat berubah fase menjadi serat. Sistem elektrospinning secara sederhana terdiri dari sebuah syringe pump untuk mendorong larutan dalam suntikan (syringe), power suplai tegangan tinggi dan kolektor serat.

Mengingat sangat terbatas dan mahalnya satu set peralatan elektrospinning komersial. Sehingga membatasi penelitian pada topik nanoserat khususnya di Indonesia. Maka dari itu pengembangan dan modifikasi sistem elektrospinning telah dilakukan di laboratorium ILMI (Integrated Laboratory of Materials and Instrumentation) program studi Fisika FMIPA ITB. Dibawah pimpinan Prof. Dr. Eng. Khairurrijal dan Dr. Eng. Muhammad Miftahul Munir, pengembangan dan penelitian dalam sintesis nanoserat telah dilakukan selama beberapa tahun belakangan ini. Satu sistem peralatan elektrospinning yang telah dikembangkan ini diberi nama sebagai Nachriebe Electrospinning, dimana saat ini telah dihasilkan beberapa serinya yang dapat secara lengkap dilihat pada laman https://sites.google.com/site/nachriebe. Nachriebe Electrospinning juga telah diproduksi untuk beberapa perguruan tinggi di Indonesia seperti diantaranya Universitas Riau, Universitas Sriwijaya dan Universitas Diponegoro. Saat ini sistem elektrospinning sedang dikembangkan lebih lanjut untuk dapat memproduksi nanoserat secara massal dengan laju produksi yang tinggi untuk aplikasi filter air, filter udara, sistem penghantaran obat, penutup luka dan makanan fungsional. [AR]

Berita Terkait

EnglishIndonesia