Silaturahim Rektor ITB : Kebersamaan dan Saling Percaya Modal Dasar Pencapaian Visi Misi ITB

Bagikan:

Bandung, fmipa.itb.ac.id Acara silaturahim rektor ITB di FMIPA diselenggarakan di gedung BSCA (Rabu, 1 Agustus 2012) yang dihadiri hampir seluruh dosen FMIPA ITB dan beberapa perwakilan mahasiswa FMIPA ITB. Pada acara ini, Prof.Ir. Hasanuddin Z. Abidin, M.Sc., Ph.D, selaku wakil rektor ITB, memaparkan tentang masalah tata kelola ITB setelah disahkannya UU PT oleh DPR 13 Juli 2012 lalu. Walaupun ada kekontrasan dengan peraturan perundang-undangan yang ada ( PP 66, Penpres No. 44/2012 tentang PTP, UU PT dst), ITB tetap berupaya berpegang pada pencapaian visi dan misinya, sebagai perguruan tinggi yang mandiri dan diakui dunia. Untuk pencapaian tersebut diperlukan kebersamaan dan saling percaya antar semua komponen yang ada di ITB, tidak terkecuali dosen FMIPA. Ini merupakan modal dasar menuju pencapaian visi-misi ITB menjadi PT yang otonom. Agar terhindar dari kesan komersialisasi, ITB harus mengedepankan penekanan pengabdian dalam menjalankan tri dharma pendidikan tinggi untuk kepentingan bangsa. Dalam pencapaian perguruan tinggi otonom, ITB harus bersikap “elegant”, ikuti hukum yang berlaku tapi tetap mempertahankan visi misi ITB. Best practice yang selama ini dijalankan harus tetap dipertahankan tetapi hal-hal yang buruk perlu ditinggalkan. RUU telah mengakomodir adanya dukungan finansial pemerintah kepada PT Badan Hukum.
Selain masalah tata kelola ITB,  Prof.Ir. Hasanuddin Z. Abidin, M.Sc., Ph.D juga berbicara mengenai profil mahasiswa baru angkatan 2012. Peminat terbanyak baik melalui jalur undangan maupun jalur ujian tertulis diraih oleh FTTM disusul STEI dan FTI. Distribusi asal provinsi mahasiswa ITB jalur undangan dan jalur masih didominasi Pulau Jawa. Di tahun 2012, ITB menduduki peringkat pertama untuk passing grade SNMPTN jalur ujian tertulis untuk kategori IPA, sedangkan untuk kategori IPS ITB menduduki peringkat kedua.  Calon mahasiswa yang masuk melalui kategori ini untuk mengikuti kuliah di SBM dan FSRD.
Setelah pemaparan mengenai masalah tata kelola ITB dan profil mahasiwa ITB angakatan 2012, forum tanya-jawab dibuka. Prof. Akhmaloka, Dipl.Biotech., Ph.D., selaku rektor ITB, menjawab sekitar 7 pertanyaan seputar keuangan ITB, pengambilan keputusan untuk bekerjasama dengan perguruan tinggi swasta,  kurang populernya FMIPA sebagai pilihan pertama di kalangan calon mahasiswa yang sebenarnya bersifat sangat relatif, bentuk otonomi ITB dan lainnya. Dibahas juga kurang koordinasi  dan sosialisasi menjadi salah satu kegagalan BHMN. Beliau menambahkan bahwa tantangan terberat PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum) adalah membuat PP untuk mekanisme bantuan keuangan dari pemerintah. Acara ditutup dengan buka puasa bersama. (nh)

Berita Terkait

EnglishIndonesia