Orbituari: Prof. Soekeni Soedigdo

Bagikan:

Inna lillahi wa inna Ilaihi roji’un 3x

Pagi ini 21 Agustus 2020, seorang tokoh pendidikan, kimiawan dan leader yang  sangat  humble  serta  berdedikasi  tinggi  dalam  memajukan  ITB  dan bangsa:   Prof. Soekeni Soedigdo, telah berpulang menghadap Sang Khaliq. Keluarga besar FMIPA ITB sangat berduka yang mendalam.

Prof. Soekeni Soedigdo, salah seorang Guru Besar di bidang Kimia Organik, Institut Teknologi Bandung, lahir dengan nama Soekeni Adiwikarta di Cimahi, 31 Juli 1932, sebagai anak keenam dari 7 bersaudara dari keluarga petani sederhana di Cimahi.  Beliau pernah berprestasi di bidang olah raga, sebagai juara beladiri judo pada tahun 1943.  Beliau lulus tepat waktu dari Departemen Kimia ITB pada tahun 1958. Sembilan tahun kemudian, beliau meraih gelar doktor dari Universitas Kentucky, AS pada tahun 1967 dengan disertasi berjudul Thermal Isomerizations of Substituted Pyrroles. Di sana beliau juga menghasilkan tujuh makalah ilmiah tentang penyebab kanker, yang dipublikasikan dalam berbagai majalah keilmuan. Beliau menikah dengan Prof. Dr. Soedigdo Pringgoprawiro pada tahun 1963, yang merupakan Guru Besar di bidang Biokimia, Departemen Kimia ITB. Kemudian beliau melanjutkan postdoctoral di Universitas Kentucky, AS dari tahun 1973 – 1974.  Beliau telah menghasilkan lebih dari 60 publikasi ilmiah di berbagai jurnal, 40-an publikasi ilmiah di antaranya diterbitkan di jurnal internasional, seperti Journal of Pharmaceutical Sciences (1967), Journal of Medicinal Chemistry (1967), Heterocyclis (1966), Journal of Organic Chemistry (1967/1968), Journal of Physiology and Zoology (1969), Journal of Analytical Biochemistry (1975), dan Cancer Letters (1967), di samping beberapa buku Pustaka seperti Pengantar Statistika Kimia” (1980) dan “Pedoman Khusus Tata Istilah Dan Tata Nama Kimia” (1984).  Bu Soekeni merupakan peraih penghargaan sebagai “First Indonesian Model Researcher” dari ITB pada tahun 1976/1977 dan juga meraih penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai ilmuwan teladan pada tahun 1983. Beliau berkontrubusi dalam pengelolaan dan pengembangan Program Pascasarjana ITB pada tahun 1979 bersama Prof. Dr. Moedomo (alm). Semenjak awal pelaksanaan Gruber-Soedigdo Lecture, yang merupakan kolaborasi pertemuan ilmiah bidang keilmuan biokimia antara Kimia ITB dan University of Groningen (Rijksuniversiteit Groningen, RuG) Belanda, yang dimulai pada tahun 1996 hingga saat ini, beliau adalah pendukung utamanya. Beliau telah menghasilkan banyak doktor, magister, dan sarjana Kimia, khususnya di bidang kimia organik, yang kemudian berkiprah di berbagai perguruan tinggi dan perusahaan di Indonesia dan manca negara, dan juga telah melahirkan banyak guru besar di bidang kimia organik yang tersebar mengabdi di banyak perguruan tinggi di Indonesia.  Selamat jalan, Bu Keni, semoga karya dan sumbangsih ilmu yang telah diberikan kepada anak bangsa mendapat berkah dan ridho dari Allah SWT, aamiin Yaa Rabbal’aalamiin.

(Dirangkum dari berbagai sumber, oleh: Deana Wahyuningrum)

Berita Terkait

EnglishIndonesia
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com