Kontribusi Sains dalam Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit

Seri Kuliah Umum keempat dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Agustus 2016 bertempat di Auditorium Campus Center Timur ITB tema yang diusung pada seri kuliah umum kali ini adalah Kontribusi Sains dalam Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit. Ada 3 pembicara yang memberikan presentasi yaitu:

  1. Dr.rer.nat. Freddy Haryanto “Manipulasi Radiasi untuk Pengobatan Kanker”
  2. Dr.rer.nat. Didin Mujahidin “Bongkar Pasang Molekul dalam Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit”
  3. Prof. Edy Soewono “Matematika dalam Pencegahan dan Penanggulangan  Penyebaran Penyakit; kasus DBD & HIV”

poster-kuliah-umum-27-agustus-2016-link-registrasi-ok


“Manipulasi Radiasi untuk Pengobatan Kanker”

Freddy Haryanto

Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
e-mail: freddy@fi.itb.ac.id

Sejak ditemukannya sinar-X, penggunaan radiasi pengion dalam bidang kesehatan tidak saja untuk mendiagnosa penyakit tetapi untuk penyembuhan penyakit. Dalam hal penyembuhan ini, radiasi digunakan untuk terapi kanker dan dikenal dengan nama Radioterapi. Namun dengan adanya kendala dalam penggunaannya, maka memanipulasi radiasi menjadi suatu bagian yang perlu dilakukan untuk meningkatkan peluang kesembuhan dari penderita kanker. Memanipulasi dilakukan dengan beberapa pendekatan yang berasal dari karakteristik radiasi tersebut. Yang pertama adalah jenis partikel radiasi yang digunakan. Terdapat 3 jenis partikel radiasi yang digunakan yaitu elektron, foton dan proton (ion berat). Dalam tahapan selanjutnya adalah memanipulasi bentuk berkas radiasi yang digunakan. Bentuk berkas radiasi yang digunakan ditentukan berdasarkan metoda inversi. Hal ini akan memberikan sebaran dosis yang sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu pembentukan berkas itu sendiri merupakan suatu bagian berikutnya yang dapat divariasikan. Terakhir yang menjadi suatu hal yang perlu ditekankan adalah perhitungan dosis yang tepat, sehingga dalam perencana penyembuhan penyakit kanker tersebut sesuai dengan kondisi yang akan dilakukan. Monte Carlo merupakan metoda standard yang digunakan dalam perhitungan dosis. Hal ini disebabkan bahwa karakteristik interaksi radiasi dengan obyek merupakan peristiwa yang random. Seseorang yang dapat melakukan manipulasi radiasi ini memiliki kompetensi yang terdapat di dalam seorang Fisikawan Medis.

 

“Bongkar Pasang Molekul dalam Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit”

Didin Mujahidin

Kelompok Keilmuan Kimia Organik
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
e-mail: didin@chem.itb.ac.id

Senyawa organik memiliki peranan sangat penting dalam menjaga dan memperbaiki kualitas kesehatan manusia. Hampir seluruh obat, suplemen dan bahan diagnostik menggunakan senyawa organik sebagai bahan aktifnya. Pengetahuan tentang struktur molekul dari bahan aktif menjadi dasar pada pengembangan obat hingga akhirnya dapat dikonsumsi. Modifikasi struktur (bongkar pasang) molekul organik atau dikenal sebagai organik sintesis mampu meningkatkan sifat aktif dari senyawa organik tersebut serta mampu menurunkan bahkan menghilangkan sifat racunnya terhadap tubuh manusia. Modifikasi struktur molekul juga dapat mengubah sifat aktif dari senyawa organik tersebut dengan target yang berbeda. Beberapa contoh modifikasi struktur molekul organik dalam pengembangan obat akan disampaikan untuk menginspirasi luasnya cakupan bidang organik sintesis. Sumber senyawa organik dapat berasal dari bahan terbarukan seperti senyawa organik bahan alam ataupun bahan tak-terbarukan seperti produk perekahan minyak bumi. Presentasi ini juga akan menyampaikan beberapa capaian yang sudah dihasilkan di laboratorium peneliti kimia organik FMIPA-ITB dalam bidang sintesis organik. Sintesis organik melalui rangkaian reaksi terhadap senyawa fenol, isobutena dan alkaloid kina mampu menghasilkan keragaman molekul yang dapat bermanfaat dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit.

 

“Matematika dalam Pencegahan dan Penanggulangan  Penyebaran Penyakit; kasus DBD & HIV

 Edy Soewono

Kelompok Keilmuan Matematika Industri dan Keuangan
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
e-mail: esoewono@math.itb.ac.id

Apa yang terbayang kalau kita mendengar penyebutan DBD atau HIV ? Umumnya bayangan kita adalah penyakit yang menakutkan karena tidak ada obat untuk menyembuhkan dan belum tersedianya vaksin yang efektif untuk pencegahan. Pertanyaan selanjutnya, sejauh mana kemajuan program-program intervensi seperti Program 3M, dan pengasapan untuk pencegahan dan penanggulangan DBD, dan kampanye hubungan sehat dll utk HIV. Kemunculan KLB Dengue di hampir setiap tahun dan masih terjadinya kasus-kasus HIV baru menunjukkan tingginya kompleksitas permasalahan penyebaran kedua penyakit tersebut yang tidak mungkin kita amati dan kita ukur secara kontinu. Beberapa pertanyaan berikut bisa membangkitkan motivasi untuk memahami lebih lanjut di mana peran penting matematika: (i) bagaimana memprediksi tingkat keendemikan di suatu wilayah endemic jauh sebelum terjadinya outbreak, (ii) kapan dan sejauh mana program intervensi harus dilakukan, (iii) bagaimana mengukur keefektifan program intervensi, dan yang tidak kalah pentingnya (iv) bagaimana memilih program penanggulangan yang memenuhi kendala keterbatasan yang ada. Langkah konkrit untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan cepat, aman dan murah adalah dengan MATEMATIKA.


 

EnglishIndonesia