Cahaya dan Kehidupan

Seri Kuliah Umum kedua dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Februari 2016 bertempat di Auditorium Campus Center Timur ITB dengan tema Cahaya dan Kehidupan. Ada 3 pembicara yang memberikan presentasi yaitu :

  1. Dr. Alexander A. Iskandar “Menaklukkan Cahaya pada Ukuran Sehelai Rambut Dibelah Seribu”
  2. Dr.rer.nat. Hesti Rento Tri Wulandari Gerhana Matahari : Dari Mitologi hingga General Relativity
  3. Prof. Dr. ZeilyNurachman Memanen Cahaya, Menghasilkan Minyak

revisi-poster-kuliah-umum-27-februari-2016


Menaklukkan Cahaya pada Ukuran Sehelai Rambut Dibelah Seribu

Alexander A. Iskandar

Kelompok Keilmuan Fisika Magnetik dan Fotonik
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
e-mail: iskandar@fi.itb.ac.id

Optika (ilmu mengenai cahaya) yang merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang tertua telah berkembang pesat khususnya dalam kurun waktu setengah abad terakhir, baik dari sisi pemahamannya maupun pemanfaatannya. Berbagai aplikasi penggunaan cahaya dalam bidang komunikasi, kesehatan dan biologi, energi, penerangan, pertahanan dan bidang-bidang lainnya telah meningkatkan kesejahteraan umat manusia serta kebutuhan hidup bermasyarakat yang kian menuntut. Dalam ceramah kali ini, akan diperkenalkan perkembangan penting konsep dalam ilmu optika hingga beberapa aplikasinya yang memerlukan minituarisasi berlanjut dalam ukuran dimensi nanometer (lebih kecil dari sehelai rambut). Pada bagian akhir dari ceramah ini akan disampaikan juga kontribusi dari Kelompok Keilmuan Fisika Magnetik dan Fotonik, ITB, dalam bidang ilmu optika ini.

 “Gerhana Matahari : Dari Mitologi hingga General Relativity

Hesti Retno Tri Wulandari

Kelompok Keilmuan Astronomi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
e-mail: hesti@as.itb.ac.id

Pada tanggal 9 Maret 2016 Gerhana Matahari Total (GMT) akan melintasi 11 provinsi di wilayah Indonesia, sedangkan propinsi lain akan mengalami gerhana sebagian. Fenomena gerhana merupakan salah satu fenomena langit yang paling menakjubkan dan menginspirasi manusia sejak jaman dahulu. Pada Kuliah Umum FMIPA kali ini akan dibahas mengenai Matahari sebagai bintang terdekat, perkembangan pemahaman manusia mengenai gerhana, dan berbagai penemuan ilmiah yang dihasilkan dari pengamatan gerhana, yang ikut membentuk pemahaman kita tentang alam semesta. Juga akan dibahas bagaimana cara “menikmati” fenomena gerhana secara aman.

 “Memanen Cahaya, Menghasilkan Minyak

Zeily Nurachman

Kelompok Keahliah Biokimia
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung

e-mail: zeily@chem.itb.ac.id

Sinar matahari memerlukan waktu 8,3 menit dari permukaan matahari menuju bumi. Tak kurang dari 174 ribu terawatt energi dari sinar matahari tersebut, sekira 70% diserap oleh bumi (atmosfer, lautan dan daratan) dan sisanya 30% dipantulkan kembali ke ruang angkasa. Energi matahari keseluruhan yang diserap bumi sekira 3,8 exajoule per tahun (EJ, 1 EJ = 1018 J = 278 terawatt). Dari jumlah energi tersebut, fotosintesis pada tanaman menyerap 3 ribu EJ per tahun yang setara dengan pembentukan 1010 ton karbon terasimilasi untuk menompang segala kehidupan di muka bumi. Peran tanaman air khususnya mikroalga (fitoplankton) sangat penting dalam mentransformasi energi matahari menjadi karbon terasimilasi yang menyediakan pangan bagi rantai kehidupan bumi karena 70% permukaan bumi merupakan perairan. Mikroalga (yang berukuran beberapa mikron hingga ratusan mikron) melakukan setengah aktivitas fotosintesis dan produksi oksigen di bumi. Habitat mikroalga tersebar di air laut, air payau, dan air tawar. Tidak seperti tanaman tingkat tinggi, mikroalga tidak memiliki akar, batang dan daun. Pertumbuhan mikroalga sangat cepat dan produktuktivitas miyaknya sangat tinggi. Eksplorasi mikroalga laut tropis Indonesia untuk menghasilkan minyak akan dibahas rinci dalam presentasi. Kelak, minyak dari mikroalga (minyak laut) diharapkan dapat bersaing dan menggantikan minyak sawit.


 

EnglishIndonesia