Wisudawan Inspiratif – Wisuda Oktober 2018 [2] : Sukses Program Fast Track dan Sibuk Berkegiatan, tapi Donny Bisa Lulus dengan IPK 3,96 dari Program Studi Magister Kimia FMIPA

Bandung, FMIPA.itb.ac.id.  –Yoshua Donny Rudinatha, lebih sering disapa Donny, adalah pribadi yang enerjik dan penuh semangat dalam beraktivitas. Tak hanya melulu kegiatan akademik (kuliah, praktikum, dan penelitian), calon wisudawan yang masih berusia 23 tahun ini juga aktif dalam berbagai kegiatan lain. Donny tercatat sebagai asisten praktikum Biokimia, pemimpin praktikum Kimia Dasar, asisten praktikum untuk IJSO (International Junior Science Olympiad), asisten kelas untuk IchO (International Chemistry Olympiad), aktif di KMK ITB, dan berbagai kepanitiaan lainnya. Seperti baterai yang tak pernah lowbat, Donny hanya perlu orang tua untuk recharge energi ketika lelah dan jenuh. Selain itu, dengan mendengarkan lagu atau musik yang easy to listen (merupakan hobi Donny), Donny serasa mendapatkan supply energi baru untuk beraktivitas.

Foto bersama para peserta program sandwich ITB-RuG di komplek Zernike Campus, University of Groningen. (Foto: dokumen pribadi)

Menjadi panitia Workshop Biokimia untuk para guru SMA/sederajat se Jawa Barat yang diadakan oleh Kelompok Keilmuan Biokimia ITB. (Foto: dokumen pribadi)

 

Donny bersyukur karena ITB memiliki Program Fast Track yang bisa mewadahi semangat belajarnya. Hanya dengan satu tahun ekstra selepas lulus sarjana, Donny dapat menyelesaikan  program magister, serta mendapatkan prioritas beasiswa voucher ITB. Beruntungnya lagi di Program Studi Kimia FMIPA, dia berkesempatan mengikuti Program Sandwich dengan University of Groningen. Ada banyak manfaat yang diperoleh dengan mengikuti Program Sandwich ini, “Pengalaman riset di luar negeri dengan alat dan infrastruktur yang maju dengan segala budaya riset yang dilakukan, belajar hal baru terutama  kebetulan  topik yang sedang hangat dengan CRISPR-Cas9 yang merupakan salah satu metode mutakhir di Biokimia dapat dipelajari, juga melatih kemandirian dan penguasaan Bahasa Inggris, dan mendapatkan bonus traveling hingga ke Eropa”, tuturnya dengan bersemangat.

Mungkin bagi sebagian orang, ketika mendengar kata Kimia, maka kesan yang diperoleh adalah berbagai varian zat yang berbahaya ataupun mata pelajaran yang sulit. Hal ini tidak berlaku untuk Donny, dalam angannya Donny ingin agar masyarakat luas dapat memahami bahwa Kimia itu sebenarnya seru, indah, dan keren. Sesuai dengan salah satu impian terbesarnya pemilik motto hidup AMDG “Ad Maiorem Dei Gloriam”, memajukan Kimia di Indonesia baik dalam lingkup akademik maupun bidang riset.

Untuknya, ITB secara umum, sudah memberikan banyak hal, mulai dari teori, praktek, sampai pengalaman non-akademik. Manajemen waktu secara mandiri, pembentukan relasi melalui networking dapat diperoleh dari kegiatan selain kegiatan akademik, misalnya dengan tergabung dalam unit atau organisasi lainnya di ITB.

Keberhasilan Donny untuk dapat lulus dengan IPK 3,96 dari Program Studi Magister Kimia FMIPA ITB adalah bukti konkrit bahwa kegiatan akademik dan  non-akademik yang positif dapat selalu bersinergi dan menghasilkan pencapaian yang luar biasa…. Selamat Donny….., semoga cita-cita dan impianmu menjadi teladan, bahwa segala sesuatu dapat dicapai  dengan kekuatan tekad, manajemen waktu yang optimal, dan dukungan orang tua….. dan tetaplah menginspirasi,…! (Ani Hamidah, Editor: MI)

Berita Terkait

EnglishIndonesia