Wisudawan Inspiratif – Wisuda Oktober 2018 : Sempat Mengalami Cultural Shock, Asri berhasil lulus dari Program Magister Pengajaran Fisika dengan Predikat Cumlaude

Bandung, FMIPA.itb.ac.id,  -Menuntut ilmu di ITB adalah impian mayoritas pelajar di Indonesia,  atmosfer akademik yang sangat mendukung pembelajaran, terakreditasi nasional dan internasional, dosen yang memiliki kapabilitas tinggi untuk mengajar sesuai keilmuan dengan  penyampaian yang runtut, tidak hanya konsep, rumus,  namun paham arti fisis,  fasilitas laboratorium dan perpustakaan yang sangat lengkap dan terbaru adalah daya tarik tidak terelakan  yang dimiliki ITB.  Pun untuk seorang Asri Setyaningrum, kelahiran Serang 24tahun yang lalu.

Foto : Dokument pribadi

Wisudawan lulusan Oktober 2018 ini  berasal dari program sarjana  pendidikan   perguruan tinggi  negeri di Yogyakarta. Tahun 2016 semester genap Asri tercatat sebagai mahasiswa baru di Program Studi Magister Pengajaran Fisika FMIPA.

Berada di lingkungan yang  memiliki  nilai budaya  yang berbeda sama sekali dengan lingkungan tempat dia menempuh ilmu  sebelumnya di program sarjana, membuat Asri mengalami Cultural Shock.

“Bagaimana tidak, saat s1 dulu saya tidak merasa diburu buru oleh hal tentang perkuliahan. Tugasnya juga tidak sebanyak saat di ITB,  dosen  terdahulu cenderung kurang peduli terhadap mahasiswanya paham atau tidak. Jadi saat  perkuliahan interaksi dengan mahasiswa minim. Akan tetapi saat di ITB, selain tugas yang banyak hampir tiap minggu ada kuis,  hampir tiap mata kuliah membuat paper dan miniproject.  Beruntung  memiliki dosen  interaktif,  sering beliau bertanya terkait sejauh mana materi yang kami pahami. Bahkan tak jarang dosen  juga menunjuk mahasiswa untuk mengerjakan tugas di depan kelas. Hal ini membuat  saya dan kawan kawan secara tidak langsung dituntut untuk terus belajar dan latihan soal agar dapat menyelesaikan tugas”, cerita  penyuka nonton dan jalan-jalan ini panjang lebar.

Manusia secara alamiah memang merupakan mahluk yang paling pandai dan cepat untuk menyesuaikan dirinya pada suatu keadaan yang baru di bandingkan mahluk yang lain. Akan tetapi  diperlukan  rentang waktu yang cukup untuk memposisikan dirinya dengan segala hal yang baru tersebut.

Asri  memilih cepat beradaptasi dengan budaya  ITB dengan  berlari kencang mengejar ketertinggalan dengan selangkah lebih maju,  banyak konsep konsep yang baru dipahaminya saat kuliah di ITB.  Berasal dari perguruan tinggi yang lebih mengutamakan pedagogi daripada subtansi keilmuan membuat dia harus tangguh dan  kerja keras agar   bisa   survive menyelesaikan Program Magister Pengajaran Fisika. Usahanya berbuah manis, Asri lulus  menyandang predikat  Cum Laude dengan IPK 3.81.

Aktif sebagai pengurus beasiswa LPDP ITB (foto dokumen pribadi). (Foto : dokumen pribadi)

Foto bersama dengan pengurus KAMIL (Keluarga Mahasiswa Muslim Pascasarjana). (Foto : dokumen pribadi)

Selain kuliah, Asri juga aktif bersosialisasi dan berorganisasi  melalui KAMIL atau Keluarga Mahasiswa Islam Pascasarjana  dan  pegurus sekaligus penerima beasiswa LPDP ITB. Buah manis lainnya, Tuhan mempertemukannya dengan pendamping hidupnya di sini, di ITB.  ITB gave her  much….

Eksistensi Asri saat ini merupakan pilihan atas masa lalu. Kesuksesannya adalah hasil dari kesempurnaan kerja keras, belajar dari kegagalan, loyalitas dan ketekunan. Hasil memang tidak akan mengkhianati proses. (Ani Hamidah; Editor : Akfiny).

Berita Terkait

EnglishIndonesia