Mengubah Paradigma Matematika “Sulit” dengan Permainan

Bagikan:

BANDUNG, itb.ac.id – Berawal dari keresahan para mahasiswa program studi Matematika ITB tentang turunnya minat para pelajar zaman sekarang terhadap pelajaran matematika, maka diselenggarakanlah kegiatan bernama Gamification. Kegiatan tersebut memadukan antara matematika dengan permainan sehingga lebih menyenangkan.

Bertempat di Gedung CAS ITB, lantai 1, Jumat, 24 Januari 2020 lalu, acara tersebut terselenggara berkat kerjasama antara Program Studi Matematika ITB dengan Universiti Sains Malaysia (USM). Acara tersebut dihadiri oleh puluhan siswa-siswi dari salah satu SMA yang berada di lingkungan sekitar ITB.

Foto : Humas ITB

Rabiatul Adawiah selaku koordinator kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan ini berangkat dari paradigma bahwa matematika itu sulit dan menakutkan, sehingga banyak menghantui para pelajar. Namun sebetulnya paradigma tersebut dapat diubah dengan mengemas matematika menjadi lebih menarik dan menyenangkan melalui permainan. Sehingga diharapkan dengan permainan edukatif tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan minat belajar siswa mengenai konsep matematika.

Kegiatan tersebut merupakan program perdana antara ITB dengan USM. Dalam pelaksanaannya, karena adanya perbedaan bahasa, maka sedikit menjadi penghambat dalam penyampaian materi kepada peserta terutama dari USM. Hal tersebut seperti disampaikan oleh Marcello selaku Kepala Bidang Eksternal Himpunan Matematika ITB. Marcello pun menambahkan bahwa kegiatan tersebut sangat positif dan dapat menghilangkan stigma negatif tentang matematika yang menyeramkan. Namun, perlu adanya penyesuaian lebih lanjut terhadap perbedaan kurikulum pada program selanjutnya.

Namun berkat kolaborasi antara mahasiswa ITB dan USM, materi-materi dalam Gamification tetap bisa tersampaikan. “Permainan yang menyita antusias para siswa ini dapat terjadi karena persiapan yang matang antara jurusan matematika dengan universitas dari negara yang berbeda juga. Berurusan antardua negara bukan perkara yang mudah. Ada kemauan yang berbeda dari kami maupun pihak ITB. So far, sejauh ini kami bisa beradaptasi dan diatasi berkat bantuan dari teman–teman ITB,” ujar Rabiatul Adawiah yang juga Dosen di USM itu.

Reporter: Ashifa Nur Fahrunisa (Planologi, 2017)

Berita Terkait

EnglishIndonesia
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com