Enter your keyword

Tantangan Sains Untuk Masa Depan (3)

 

Seri Kuliah Umum FMIPA yang ke-tigabelas dilaksanakan hari Sabtu,  9 Desember 2019, bertempat di Auditorium Campus Center Timur ITB, dengan tema  Tantangan Sains Untuk Masa Depan. Para pembicara pada acara ini adalah :

  1. Dr.rer.nat. Sparisoma Viridi, M.Si., “Fisika Dasar dan Nilai-Nilai yang Diajarkannya”
  2. Dr. Lia Dewi Juliawaty, M.Si., “Mengungkap Potensi Senyawa Aktif Hutan Tropis Indonesia”
  3. Dr. Suhadi Wido Saputro, M.Si., “Graf dan Games Bersahabat, Benarkah ?”


Fisika Dasar dan Niliai-nilai yang Diajarkannya

Sparisoma Viridi (dudung@fi.itb.ac.id)
Kelompok Fisika Nuklir dan Biofisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung


Mengungkap Potensi Senyawa Aktif Hutan Tropis Indonesia 

Lia Dewi Juliawaty (lia@chem.itb.ac.id)
Kelompok Keilmuan Kimia Organik
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi di dunia, menempati ranking ke 3 setelah Brazil dan Kolombia dalam kekayaan tumbuhannya. Hutan tropis Indonesia memiliki sekitar 20.000 spesies tumbuhan berbunga, yang utamanya tersebar di pulau Sumatera, Kalimantan dan Papua. Sangat banyak tumbuhan yang telah diketahui khasiatnya sebagai obat namun baru sekitar 1200 spesies tumbuhan yang telah dijadikan sebagai bahan baku obat herbal atau jamu. Khasiat dari tumbuhan sabagai obat berkaitan dengan senyawa yang dikandungnya, yang disebut sebagai metabolit sekunder. Sejumlah obat untuk mengatasi berbagai penyakit, khususnya kanker dan Alzheimer, yang telah digunakan secara komersial sebagai obat ternyata dapat diperoleh dari tumbuhan Indonesia. Di laboratorium Kimia Organik Bahan Alam, FMIPA, ITB, juga telah dilakukan kajian metabolit sekunder dari berbagai tumbuhan dan bioaktivitasnya. Dua di antara genus tumbuhan yang telah dikaji yaitu genus Cryptocarya dan Agathis. Pada kuliah ini akan dibahas  mengenai potensi senyawa aktif dari dua kelompok tumbuhan tersebut untuk penyakit kanker dan Alzheimer.


Graf dan Games Bersahabat, Benarkah?

Suhadi Wido Saputro (suhadi@math.itb.ac.id)
Kelompok Matematika Kombinatorika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung

Teori Graf adalah salah satu cabang ilmu matematika yang mempelajari titik dan sisi. Cabang ilmu ini berkembang setelah Euler memecahkan permasalahan jembatan Könnigsberg pada abad 18. Topik-topik dalam teori graf banyak diaplikasikan di berbagai bidang, seperti telekomunikasi, transportasi, keamanan, dan lain-lain. Pada kuliah ini, akan dibahas aplikasi teori graf dalam games. Dalam hal ini, graf digunakan sebagai strategi untuk menyelesaikan suatu permainan. Dua permainan yang akan dibahas adalah Sudoku dan Mastermind. Kedua permainan tersebut akan dikaitkan dengan topik pewarnaan dan dimensi metrik dalam graf.


[dd]

X