Enter your keyword

DOSEN FMIPA MERAIH PENGHARGAAN DIES NATALIS KE-67 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG, TAHUN 2026

DOSEN FMIPA MERAIH PENGHARGAAN DIES NATALIS KE-67 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG, TAHUN 2026

Bagikan:

BANDUNG, fmipa.itb.ac.id,- Dosen FMIPA menerima penghargaan dalam acara Dies Natalis ke-67 Tahun ITB. Acara tersebut diselenggarakan pada hari Senin, 2 Maret tahun 2026 bertempat di Gedung Aula Barat Institut Teknologi Bandung.
Adapun kategori pengargaan yang diterima oleh dosen FMIPA ITB adalah, bidang Pengajaran, bidang Penelitian/Karya Inovasi, bidang Pengabdian Masyarakat, dan bidang Pengembangan Institusi.
Berikut adalah para dosen FMIPA penerima penghargaan pada masing-masing budan tersebut.

Dr. Hakim L. Malasan: Beliau memiliki dedikasi dan komitmen yang konsisten dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama dalam bidang Astronomi. Sebagai pendidik, beliau dikenal mampu menghadirkan metode pengajaran yang inovatif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Pendekatannya tidak hanya menekankan pemahaman konsep, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu, kemandirian belajar, serta kemampuan berpikir kritis pada mahasiswa. Beliau juga aktif mengembangkan materi ajar dan memanfaatkan teknologi pembelajaran untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan efektif.

 

 

Rinovia Mery Garnierita Simanjuntak, Ph.D: Beliau merupakan akademisi di bidang matematika diskrit dan ilmu komputasi dengan sekitar 2.062 sitasi dan h-index 24 berdasarkan Google Scholar terbaru, mencerminkan produktivitas dan dampak ilmiah yang signifikan. Beliau menjabat sebagai Research Coordinator di Center for Research Collaboration in Graph Theory and Combinatorics—kolaborasi antara Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, dan BRIN—serta menjadi Associate Member pada Graph Theory and Applications Research Group di The University of Newcastle, Australia. Dalam publikasi ilmiah, beliau juga berperan sebagai Layout Editor The Electronic Journal of Graph Theory and Applications dan Council Member The Institute of Combinatorics and its Applications, yang menegaskan pengakuan internasional atas kepakarannya.

 

Muhammad A. Martoprawiro, Ph.D: Pada tahun 2025, Beliau menyelenggarakan kompetisi pemanfaatan bahan alam sebagai adsorben zat warna yang mendorong siswa mengeksplorasi potensi sumber daya lokal sebagai solusi pencemaran, sehingga mengaitkan riset kimia dengan isu lingkungan nyata. Beliau juga menerbitkan buku edukatif “Memahami Atom dan Molekul” serta aktif mengembangkan dan mengedukasi pentingnya Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di bidang kimia untuk melindungi inovasi dan hasil riset civitas akademika ITB sebagai aset strategis akademik dan industri. Selain itu, beliau berkontribusi dalam pengembangan Lembaga Manajemen dan Sertifikasi (LAMSAMA) guna meningkatkan mutu pendidikan dan riset kimia melalui standarisasi sertifikasi kompetensi dan manajemen mutu, demi memperkuat daya saing lulusan dan relevansi riset dengan kebutuhan industri serta masyarakat.

 

Prof. Triyanta, Ph.D.: Beliau berperan strategis dalam pengembangan institusi melalui kepemimpinan sebagai Ketua Departemen Fisika selama dua periode serta ketua dan anggota Komisi Program Pascasarjana Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB selama lebih dari satu dekade. Ia berkontribusi dalam penguatan tata kelola, penjaminan mutu, peningkatan kualitas pendidikan, serta pembangunan budaya unggul dan kolaboratif. Pada tingkat regional, kontribusinya semakin luas melalui penugasan sebagai Direktur SEAMEO QITEP in Science di bawah naungan Southeast Asian Ministers of Education Organization, yang memperkuat jejaring internasional, visibilitas, dan reputasi ITB di kawasan Asia Tenggara. Konsistensinya dalam membangun sistem, budaya mutu, dan jejaring kelembagaan menjadikannya figur kunci dalam keberlanjutan dan pengembangan institusi, khususnya di FMIPA.

 

X