ITB Hadirkan Penguatan Pendidikan Sains di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur
BANDUNG, fmipa.itb.ac.id, — Upaya memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam pemerataan kualitas pendidikan terus dilakukan Institut Teknologi Bandung (ITB). Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PM) Skema Bottom-Up Tahun 2026, ITB bersama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Citra Bakti melaksanakan serangkaian kegiatan pendidikan di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, pada 4–5 Agustus 2026.
Mengusung tema “Peningkatan Kualitas Pendidikan di Daerah 3T untuk Mendukung Pemerataan Pendidikan di Indonesia,” program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pendidik dan calon pendidik, sekaligus memberikan dukungan terhadap kebutuhan pembelajaran di sejumlah sekolah di Desa Rakalaba I dan sekitarnya, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan antara ITB dan STKIP Citra Bakti. Kolaborasi kedua perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan program pengabdian, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang berkelanjutan dalam bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta kegiatan akademik lainnya.

Memperkuat Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Ngada
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, tim ITB juga melakukan pertemuan dengan Bupati Ngada beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Ngada. Pertemuan ini menjadi ruang untuk memperkenalkan rangkaian program PkM sekaligus membangun komunikasi dengan pemerintah daerah terkait upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Ngada. Dalam pertemuan tersebut, dibahas pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan, khususnya dalam peningkatan kapasitas guru, penguatan pembelajaran sains, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, serta dukungan terhadap satuan pendidikan di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan sumber daya.

Memulai Kolaborasi dengan Penguatan Kerja Sama Institusional
Rangkaian kegiatan dimulai pada 4 Agustus 2026 di lingkungan STKIP Citra Bakti Ngada. Salah satu agenda utama pada hari pertama adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara ITB dan STKIP Citra Bakti.
Acara tersebut diawali dengan sambutan Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat ITB, Dr. Getbogi Hikmawan, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua STKIP Citra Bakti. Penandatanganan MoU kemudian dilakukan sebagai landasan untuk memperluas ruang kolaborasi kedua institusi. Kerja sama ini memiliki arti strategis dalam konteks penguatan pendidikan di daerah. Perguruan tinggi memiliki peran penting tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai mitra bagi sekolah dan masyarakat dalam menghadirkan solusi sesuai dengan kebutuhan lokal.

Membekali Calon Guru Menghadapi Transformasi Pendidikan
Agenda berikutnya berupa Kuliah Tamu Nasional yang ditujukan bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA dan PGSD STKIP Citra Bakti. Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara akademisi ITB dan calon guru mengenai perubahan lanskap pendidikan dan kebutuhan kompetensi pendidik pada masa mendatang. Dengan tema “Transformasi Pendidikan IPA di Era Society 5.0: Inovasi, Teknologi, dan Peran Calon Guru dalam Mewujudkan Pendidikan Berkualitas,” para mahasiswa memperoleh perspektif mengenai pembelajaran sains yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan peserta didik.
Tiga akademisi ITB hadir sebagai narasumber. Dr. Getbogi Hikmawan membahas “Belajar Sains (Kembali)”, sementara Dr. Galih Restu Fardian S. mengangkat topik “Redesign Pembelajaran Kontekstual”. Materi ketiga mengenai “Studi Lanjut untuk Guru Sains melalui Magister Pendidikan Sains Multidisiplin 4.0” disampaikan oleh Dr. M. Arif Mustajab Enha Maryono. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada perkembangan pendidikan sains, tetapi juga diajak melihat kembali posisi guru sebagai pembelajar sepanjang hayat yang perlu terus mengembangkan kompetensi sesuai perubahan zaman.

Dukungan Langsung untuk Satuan Pendidikan
Pada 5 Agustus 2026, tim PM ITB dan STKIP Citra Bakti bergerak langsung menuju sekolah-sekolah yang menjadi sasaran program. SDK Rakalaba, SDN Sobo, SMP Negeri 1 Golewa Barat, dan SMK Bangun Mandiri menjadi bagian dari rangkaian Roadshow Penyerahan Hibah Pendidikan.
Kegiatan di masing-masing sekolah berlangsung melalui penyerahan bantuan, sambutan, dan interaksi bersama pihak sekolah. Hibah yang diberikan merupakan bagian dari rancangan program untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan di lapangan, antara lain melalui dukungan alat praktikum bagi sekolah dan perlengkapan pendidikan bagi siswa. Kehadiran tim di sekolah menjadi bagian penting dari pendekatan PkM yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan pelatihan, tetapi juga berupaya memberikan dukungan konkret sesuai kebutuhan satuan pendidikan.





Guru IPA Didorong Mengembangkan Pembelajaran yang Lebih Bermakna
Setelah rangkaian penyerahan hibah, kegiatan dilanjutkan dengan “Workshop Guru IPA” di Aula SDN Sobo. Workshop tersebut mengangkat tema “Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran IPA: Mengintegrasikan Pembelajaran Mendalam, Inovasi Digital, dan Asesmen Bermakna.”
Tim ITB yang terdiri atas Dr. M. Rizqie Arbie, Dr. Fitri Aulia Permatasari dan Dr. Cici Wulandari mengisi sesi pertama workshop. Pembahasan mencakup penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran IPA, konsep pembelajaran mendalam (deep learning), inovasi pembelajaran, pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), hingga penyusunan modul pembelajaran. Materi kemudian diperkaya melalui perspektif praktik di lingkungan pendidikan setempat. Maria Yuliana Kua, M.Pd., mewakili tim pengabdian STKIP Citra Bakti menyampaikan praktik baik implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran IPA.
Dalam sesi tersebut, guru diajak untuk melihat pembelajaran bukan sekadar sebagai proses penyampaian materi, tetapi sebagai pengalaman belajar yang perlu dirancang berdasarkan tujuan yang jelas, aktivitas yang relevan, dan asesmen yang mampu menggambarkan proses maupun capaian belajar peserta didik. Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah pemanfaatan konteks lokal sebagai sumber pembelajaran. Lingkungan dan kekayaan budaya Kabupaten Ngada dapat menjadi bagian dari pembelajaran IPA sehingga konsep-konsep sains dapat dihubungkan dengan pengalaman nyata peserta didik. Pendekatan tersebut diharapkan membuat pembelajaran lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari sekaligus mendorong siswa untuk memahami lingkungan di sekitarnya secara ilmiah.

Dari Kolaborasi Menuju Dampak yang Berkelanjutan
Rangkaian kegiatan di Ngada memperlihatkan bahwa kontribusi perguruan tinggi dalam pemerataan pendidikan dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan yang saling melengkapi. Penguatan kerja sama institusional, peningkatan kapasitas calon guru dan guru, serta dukungan terhadap kebutuhan sekolah menjadi satu kesatuan dalam pelaksanaan PkM ITB tahun 2026.
Bagi ITB, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen untuk membawa kepakaran akademik lebih dekat kepada masyarakat, termasuk ke wilayah yang menghadapi tantangan dalam pemerataan akses dan kualitas pendidikan. Sementara itu, kolaborasi dengan STKIP Citra Bakti membuka peluang untuk membangun program yang lebih kontekstual dan berkelanjutan. Kedekatan STKIP Citra Bakti dengan lingkungan pendidikan di Kabupaten Ngada dapat menjadi kekuatan penting dalam memastikan program pengembangan pendidikan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Melalui sinergi tersebut, ITB dan STKIP Citra Bakti diharapkan dapat terus mengembangkan berbagai inisiatif bersama untuk memperkuat pendidikan sains, meningkatkan kapasitas pendidik, dan mendorong lahirnya pembelajaran yang inovatif serta sesuai dengan karakteristik daerah.
Program ini menjadi salah satu wujud nyata “ITB untuk Indonesia”, bahwa kontribusi perguruan tinggi tidak hanya hadir melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga melalui kerja bersama masyarakat untuk membangun pendidikan yang lebih berkualitas dan berkeadilan.