Enter your keyword

Dari Molekul 3D hingga Baterai Mobil Listrik: Kelompok Keilmuan Kimia Fisik dan Anorganik ITB Latih Guru SMAN 1 Godean Bangun Pembelajaran Sains yang Bermakna

Dari Molekul 3D hingga Baterai Mobil Listrik: Kelompok Keilmuan Kimia Fisik dan Anorganik ITB Latih Guru SMAN 1 Godean Bangun Pembelajaran Sains yang Bermakna

BANDUNG, fmipa.itb.ac.id, -Kelompok Keilmuan (KK) Kimia Fisik dan Anorganik, Program Studi Kimia FMIPA ITB, menggelar workshop pengabdian kepada masyarakat bagi guru-guru sains SMAN 1 Godean. Dua materi diusung: pemodelan molekul multiplatform yang membuat molekul dapat diputar dan diukur, serta strategi menghubungkan konsep kimia dengan kehidupan sehari-hari, industri, dan teknologi masa depan.


Sleman, Yogyakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | SMA Negeri 1 Godean


Foto bersama tim pengabdian masyarakat Kelompok Keilmuan Kimia Fisik dan Anorganik Program Studi Kimia FMIPA ITB di depan gedung SMA Negeri 1 Godean, Sleman, Yogyakarta, Senin (10/8/2026).  (Dok. Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Kimia FMIPA ITB)

 

Bagi banyak siswa SMA, kimia masih terasa sebagai pelajaran yang abstrak: rumus yang harus dihafal, konfigurasi elektron yang tak pernah terlihat wujudnya, dan molekul yang hanya hadir sebagai garis-garis di papan tulis. Persoalan klasik itulah yang coba dijawab oleh Kelompok Keahlian Kimia Fisik dan Anorganik Program Studi Kimia FMIPA Institut Teknologi Bandung (ITB) lewat kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMA Negeri 1 Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (10/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB itu dikemas sebagai workshop bertajuk “Peningkatan Kualitas Pembelajaran Sains SMA melalui Workshop Interaktif”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok Keilmuan (KK) Kimia Fisik dan Anorganik, Program Studi Kimia FMIPA ITB, dengan peserta para guru sains SMAN 1 Godean. Seluruh peserta memperoleh e-sertifikat sebagai bagian dari fasilitas kegiatan.
Dua narasumber tampil membawakan materi. Dr. Atthar Luqman Ivansyah menyampaikan materi “Peningkatan Kualitas Pembelajaran Sains SMA melalui Workshop Interaktif Pemodelan Molekul Multiplatform”, sementara Dr. Abdul Rohman Supandi membawakan materi “Workshop Interaktif Membangun Pembelajaran Kimia yang Bermakna”. Sesi dibuka dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Godean, Surahman, S.Pd., M.Pd., dilanjutkan dengan sambutan dari ketua KK Kimia Fisik dan Anorganik, Prof. Dr. Veinardi Suendo.

Suasana workshop di ruang pertemuan SMA Negeri 1 Godean. Peserta mengikuti paparan pembuka mengenai profil Kelompok Keilmuan Kimia Fisik dan Anorganik FMIPA ITB. (Dok. Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Kimia FMIPA ITB)

 

Dari keelektronegatifan menuju kepolaran molekul
Materi pertama berangkat dari satu pertanyaan sederhana yang akrab di dapur mana pun: mengapa air melarutkan garam, tetapi tidak bercampur dengan minyak? Jawabannya dirunut selangkah demi selangkah, mulai dari keelektronegatifan, ikatan polar dan muatan parsial, momen dipol ikatan sebagai besaran vektor, penjumlahan vektor, hingga kepolaran molekul secara keseluruhan.
Alur itu sengaja dipilih untuk membongkar salah satu miskonsepsi paling umum di kelas kimia: anggapan bahwa molekul yang memiliki ikatan polar otomatis bersifat polar. Padahal, molekul CO₂ yang linear memiliki dua momen dipol ikatan sama besar dengan arah berlawanan sehingga saling meniadakan dan molekulnya bersifat nonpolar, sedangkan H₂O yang bengkok justru menghasilkan resultan yang tidak nol. Contoh lain yang dibahas adalah pasangan CCl₄ dan CHCl₃: keduanya sama-sama bergeometri tetrahedral, tetapi penggantian satu atom klorin oleh hidrogen mengubah molekul dari nonpolar menjadi polar.
Materi workshop sesi pertama juga menyoroti keterbatasan model molekul fisik (molymod) yang selama ini menjadi andalan di sekolah. Pada set molymod, lubang atom pusat umumnya dibuat pada sudut baku 109,5° sehingga sudut ikatan H₂O yang sebenarnya 104,5° tidak terwakili; batang penghubungnya pun seragam, sehingga ikatan C–H dan C–Cl yang panjangnya jauh berbeda tampak sama. Pasangan elektron bebas, momen dipol, maupun distribusi muatan parsial praktis mustahil ditampilkan.
Sebagai gantinya, peserta diperkenalkan pada sejumlah perangkat lunak pemodelan molekul lintas platform, mulai dari aplikasi untuk komputer dan laptop, aplikasi berbasis web, hingga aplikasi Android. Di antaranya Avogadro, Jmol, IQmol, MolView, PDB Viewer, dan CrysX-3D Viewer. Seluruhnya gratis dan bersifat open source, sehingga dapat langsung diadopsi sekolah tanpa biaya lisensi.
Relevansi konsep kepolaran juga ditarik jauh melampaui soal ujian. Sifat amfipatik pada fosfolipid, yang mana memiliki kepala polar dan ekor nonpolar, dijelaskan sebagai alasan membran sel dapat terbentuk sendiri di dalam air, sekaligus alasan sabun mampu merusak membran bakteri hingga sel bakteri tersebut mengalami lisis.

Menghubungkan kimia dengan kehidupan dan teknologi masa depan
Materi kedua bergerak dari sisi yang berbeda: bagaimana membangun pembelajaran kimia yang bermakna dengan menghubungkan konsep dengan kehidupan sehari-hari, industri, dan teknologi masa depan. Paparan dibuka dengan refleksi mengenai peran pendidikan formal bagi masa depan peserta didik, mengapa pendidikan kerap dianggap sekadar formalitas untuk memperoleh ijazah, dan bagaimana pembelajaran yang kontekstual dapat mengembalikan rasa optimistis siswa.

Materi kedua dibuka oleh Dr. Abdul Rohman Supandi, dengan refleksi mengenai peran pendidikan formal bagi masa depan peserta didik. (Dok. Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Kimia FMIPA ITB)

Infografis “Peran Pendidikan Formal untuk Masa Depan Peserta Didik” yang ditayangkan pada sesi kedua, dari rasa pesimistis menuju rasa optimistis terhadap pendidikan. (Dok. Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Kimia FMIPA ITB)

 

Dari titik itu, materi masuk ke tantangan konkret pembelajaran kimia, antara lain: konsep yang dianggap abstrak, antartopik yang terasa tidak saling terhubung, serta pembelajaran yang cenderung berhenti pada hafalan. Sebagai jawabannya, ditawarkan pendekatan berbasis konteks yang memulai pembelajaran dari fenomena lebih dahulu, baru kemudian konsep dan aplikasinya.

Pemaparan mengenai cara menghubungkan konsep kimia dengan kehidupan sehari-hari, industri, dan teknologi masa depan. (Dok. Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Kimia FMIPA ITB)

 

Salah satu konteks yang dibedah cukup dalam adalah kendaraan listrik. Pertanyaan-pertanyaan yang lazim muncul di benak siswa, antara lain: mengapa mobil listrik dapat berjalan tanpa bensin? mengapa baterainya dapat diisi ulang? dan mengapa baterai mobil listrik berbeda dengan baterai remot? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijadikan pintu masuk menuju konsep elektrokimia, yaitu: perubahan bentuk energi, reaksi redoks, sel galvani, potensial sel, elektrolisis, hingga hidrogen dan sel bahan bakar sebagai bagian dari masa depan energi. Topik-topik lain seperti stoikiometri, larutan dan konsentrasi, serta laju reaksi turut dikaitkan dengan praktik industri dan teknologi terkini.

Guru-guru sains SMA Negeri 1 Godean mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB. (Dok. Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Kimia FMIPA ITB)

 

Bekal yang bisa langsung dipakai di kelas
Sepanjang kegiatan, peserta mengikuti paparan secara interaktif, menyimak langkah demi langkah penggunaan perangkat lunak yang dipandu narasumber, serta berdiskusi mengenai penerapannya pada materi yang mereka ampu. Karena seluruh perangkat lunak yang diperkenalkan tersedia gratis dan dapat berjalan pada beragam sistem operasi, bahkan sebagian cukup melalui peramban ponsel, diharapkan hasil pelatihan ini dapat langsung diterapkan tanpa perlu penambahan fasilitas laboratorium.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama para peserta. Program pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi Kimia FMIPA ITB, khususnya Kelompok Keilmuan Kimia Fisik dan Anorganik, untuk berbagi sumber daya keilmuan dengan sekolah menengah, sekaligus membuka ruang kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan guru-guru sains di daerah. Kegiatan ini didukung oleh semua anggota Kelompok Keilmuan Kimia Fisik dan Anorganik, baik yang terlibat dalam persiapan maupun dalam pelaksanaannya : Prof. Dr. Veinardi Suendo, Aep Patah, S.Si., M.Si., Ph.D., Achmad Rochliadi, M.S, Ph.D., Dr. Bambang Prijamboedi, M.Eng., Dr. rer. nat. Fainan Failamani, S.Si., M.Si., Dr. Grandprix Thomryes Marth Kadja, M.Si., Prof. Dr. I Made Arcana, M.S., Irma Mulyani, S.Si., M.Si., Ph.D., Mia Ledyastuti, S.Si., M.Si., Ph.D., Dr. Rachmawati, S.Si., M.Si., Dr. rer. nat. Rino Rakhmata Mukti, S.Si., M.Sc., Dr. Eng. Yessi Permana, Ainul Maghfirah, S.Si., M.Si., Ph.D. Eng., Dr. Dewi Agustiningsih, S.Si. M.Si., Abdul Rohman Supandi, S.Pd., M.Si., M.Eng., Ph.D., Dr. Erna Febriyanti, S.Si., M.Si., Dr. Atthar Luqman Ivansyah, S.Si., M.Si.