Enter your keyword

Kawal Delegasi Nasional, Tim Pembina Kimia ITB Antarkan Indonesia Borong 4 Medali di IChO 2026 Uzbekistan

Kawal Delegasi Nasional, Tim Pembina Kimia ITB Antarkan Indonesia Borong 4 Medali di IChO 2026 Uzbekistan

BANDUNG, fmipa.itb.ac.id, – Kontribusi nyata kembali ditunjukkan oleh civitas akademika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Teknologi Bandung (ITB) di panggung dunia. Tim Pembina dari Program Studi Kimia FMIPA-ITB sukses mengawal dan mengantarkan Tim Olimpiade Kimia Internasional (International Chemistry Olympiad / IChO) Indonesia memborong total empat medali pada ajang bergengsi The 58th IChO 2026 di Tashkent, Uzbekistan, yang berlangsung pada 10 – 19 Juli 2026.

Keberhasilan luar biasa ini merupakan buah dari komitmen panjang serta kerja keras kolektif seluruh tim pembina, analis, laboran, hingga para asisten dari lingkungan Kimia ITB. Sebelum bertolak menuju Uzbekistan, para siswa telah melewati tahapan pembinaan intensif yang melibatkan ekosistem akademik terpadu di ITB.

Sinergi Lintas Pakar dan Dukungan Laboratorium Dibalik performa gemilang para siswa di ruang ujian, terdapat bimbingan komprehensif dari jajaran dosen Kimia FMIPA-ITB. Para pembina yang terlibat langsung dalam membekali materi teori dan taktik kompetisi kepada peserta di antaranya: Prof. Dr. Deana Wahyuningrum, S.Si., M.Si. (Head Mentor), Dr.rer.nat. Fainan Failamani (Mentor), Irma Mulyani, Ph.D. (Scientific Observer), Dr. Rindia Maharani Putri, Dr. Untung Triadhi, Robby Roswanda, Ph.D., Dr. Yessi Permana, dan Dr. Elvira Hermawati.

Kesiapan praktikum serta simulasi eksperimen para siswa juga didukung penuh oleh keandalan staf laboratorium. Tim analis dan laboran yang memfasilitasi kebutuhan teknis serta kelancaran simulasi laboratorium selama masa pembinaan meliputi Pak Lalan, Bu Aih, dan Bu Wied.

Guna mempertajam kemampuan pemecahan masalah (problem-solving) tingkat tinggi, pembinaan ini turut melibatkan para asisten pembina yang terdiri dari alumni berprestasi dan mahasiswa aktif, antara lain:

  • Azarya Adirama (Alumni Kimia S1)
  • Arkan Faruqi Narawangsa (Alumni S1 Kimia dan Mahasiswa S2 Kimia)
  • Epafroditus Kristiadi Susetyo (Alumni S1 dan S2 Kimia)
  • Deryl Hendson Limawan (Alumni S1-S2 Kimia)
  • I Gde Wira Wisnanta Dharma  (Alumni S1 Kimia)
  • Nathanael Reza Putra Widjaja (Mahasiswa Matematika ITB)

Hasil Manis di Panggung Dunia Melalui ekosistem pembinaan yang solid tersebut, keempat siswa terbaik pilihan bangsa berhasil menaklukkan kompetisi internasional ini dengan raihan 100% medali. Dari total 363 siswa tangguh yang mewakili 94 delegasi negara, berikut capaian medali yang sukses dibawa pulang oleh Tim Indonesia:

  • Medali Perak:
    • Renault Tjandera (SMAS Santa Laurensia, Tangerang Selatan, Banten)
    • Muhammad Arya Razan (MAN Insan Cendekia Serpong, Tangerang Selatan, Banten)
    • Aloysius Gonzaga Duta Setyawan (SMA Kesatuan Bangsa, Kab. Bantul, D.I. Yogyakarta)
  • Medali Perunggu:
    • Ahmad Kautsar Al Ramadhani (MAN 2 Malang, Malang, Jawa Timur)

Kompetisi yang berlangsung ketat selama sepuluh hari ini mendistribusikan sebanyak 41 medali emas, 74 medali perak, 112 medali perunggu, serta 28 honorable mentions pada acara Closing Ceremony tanggal 19 Juli 2026. Keberhasilan ini mempertegas komitmen dan posisi strategis Kimia FMIPA-ITB sebagai motor penggerak utama dalam melahirkan talenta sains muda nasional yang diakui secara global. Selamat kepada seluruh tim pembina dan para peraih medali atas dedikasi luar biasa yang kembali mengharumkan nama Indonesia!

SDG Terkait:

SDG 4 – Quality Education

SDG 17 – Partnerships for the Goals