IWONT 2026 : Hari Kedua Perkuat Pertukaran Gagasan dan Kolaborasi Internasional di Bidang Teori Graf
BANDUNG, fmipa.itb.ac.id, Jumát tanggal 17 Juli 2026 – International Workshop on Optimal Network Topologies (IWONT) 2026 memasuki hari kedua dengan rangkaian kegiatan ilmiah yang mempertemukan peneliti, akademisi, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk berbagi hasil riset mutakhir di bidang teori graf, kombinatorika, coding theory, dan matematika diskrit. Bertempat di Basic Science Center A, Institut Teknologi Bandung (ITB), agenda hari kedua diisi dengan dua invited talk, empat contributed talk, kunjungan ke Museum ITB, Problem Session, dan ditutup dengan Closing Ceremony.
Sesi ilmiah dibuka oleh Prof. Dr. Djoko Suprijanto dari Institut Teknologi Bandung melalui invited talk yang berjudul “A General Construction of Two-Weight Codes over”. Dalam paparannya, beliau menjelaskan peran penting two-weight codes sebagai salah satu kelas kode linear yang memiliki keterkaitan erat dengan strongly regular graphs, association schemes, dan geometri hingga. Presentasi ini memperkenalkan konstruksi baru two-weight codes yang dibangun berdasarkan banyaknya kemunculan setiap vektor kolom pada matriks generator sehingga memberikan kerangka yang lebih umum dibandingkan pendekatan yang telah dikembangkan sebelumnya.
Presentasi berikutnya disampaikan secara daring oleh Dr. Yuqing Lin dari The University of Newcastle, Australia, melalui materi “From Metric Dimension to Multiset Partition Dimension”. Presentasi tersebut memperkenalkan pengembangan konsep dimensi metrik menuju multiset dimensi partisi, yaitu parameter baru yang merepresentasikan jarak titik terhadap kelas-kelas partisi tanpa memperhatikan urutannya. Selain membahas sifat-sifat fundamental parameter tersebut, pemaparan ini juga mengulas hubungannya dengan automorfisme graf, rentang jarak antartitik dalam graf, serta sejumlah permasalahan terbuka yang masih menjadi tantangan penelitian.
Memasuki sesi contributed talks, peserta memperoleh gambaran mengenai beragam arah penelitian terkini dalam teori graf dan struktur kombinatorial. Pada sesi pertama, Dr. Intan Muchtadi-Alamsyah dari Institut Teknologi Bandung mempresentasikan penelitian berjudul “Topological Homology Indices on Zero-Divisor Graphs of ℤ””. Penelitian ini memperkenalkan dua indeks baru berbasis topologi, yaitu Topological Homology Index (THI) dan Persistent Topological Homology Index (pTHI), yang memanfaatkan konsep homologi persisten untuk menangkap struktur interaksi kompleks pada graf zero-divisor yang tidak dapat dijelaskan oleh indeks graf klasik.
Masih pada sesi yang sama, Andrea Semaničová-Feňovčíková dari Technical University of Košice, Slovakia, menyampaikan presentasi “Antimagic Digraphs”. Materi ini membahas perkembangan terbaru mengenai pelabelan antimagic pada graf berarah, termasuk hasil mengenai pelabelan in-antimagic dan out-antimagic pada digraf beraturan serta pendekatan umum untuk membangun pelabelan pada digraf padat. Penelitian tersebut memperluas kajian graph labeling pada struktur graf berarah.

Sesi contributed talk berikutnya menghadirkan, Dr. Sigit Pancahayani dari Institut Teknologi Kalimantan memaparkan hasil penelitian “Ascending Subgraph Decomposition of Edge-Amalgamation of Triangles and Its Antimagic Labeling”. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa graf hasil penggabungan sejumlah segitiga pada satu sisi memenuhi sifat ascending subgraph decomposition ekaligus memiliki pelabelan ASD-antimagic. Selanjutnya, Yeva Fadhilah Ashari dari Universitas Diponegoro mempresentasikan penelitian “On the (H₁|H₂)-Supermagic Labeling of Graphs”. Penelitian ini mengkaji pelabelan supermagic pada graf yang memuat dua jenis subgraf berbeda, sekaligus memberikan karakterisasi dan kondisi yang diperlukan agar suatu graf memiliki sifat tersebut.
Setelah sesi ilmiah berakhir, para peserta mengikuti kunjungan ke Museum ITB untuk mengenal sejarah Institut Teknologi Bandung serta perkembangan pendidikan tinggi teknik dan sains di Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat interaksi antarpeserta dalam suasana yang lebih santai.
Memasuki sore hari, seluruh peserta kembali berkumpul dalam Problem Session, salah satu agenda yang menjadi ciri khas penyelenggaraan IWONT. Berbeda dengan sesi presentasi, forum ini memberikan kesempatan bagi para pembicara dan peserta untuk mendiskusikan berbagai permasalahan terbuka, bertukar ide penelitian, serta mengeksplorasi peluang kolaborasi riset di masa mendatang. Pada sesi ini, Prof. Edy Tri Baskoro menyampaikan open problem mengenai nilai ketakteraturan titik total pada graf regular. Selanjutnya, Prof. Jozef Širáň mengangkat open problem
tentang eksistensi graf Moore berderajat 57, yang hingga kini masih menjadi salah satu permasalahan klasik dalam teori graf. Sementara itu, Prof. Dalibor Froncek memaparkan tantangan penelitian terkait karakterisasi cage graph yang dapat diwarnai sisi menggunakan tiga warna, dengan syarat ketiga sisi yang bertemu pada setiap titik memiliki tiga warna yang berbeda atau justru seluruhnya berwarna sama.

Diskusi berlangsung aktif dengan melibatkan peneliti senior, akademisi muda, dan mahasiswa doktoral sehingga menghasilkan pertukaran gagasan yang konstruktif dalam suasana yang terbuka dan kolaboratif.
Rangkaian kegiatan hari kedua ditutup melalui Closing Ceremony yang sekaligus menandai berakhirnya penyelenggaraan IWONT 2026. Selama dua hari pelaksanaan, workshop ini berhasil menjadi wadah diseminasi hasil penelitian, pertukaran pengetahuan, serta penguatan jejaring kolaborasi internasional di bidang teori graf, kombinatorika, coding theory, dan matematika diskrit. Melalui keberagaman topik yang dipresentasikan serta diskusi yang berlangsung intensif, IWONT 2026 kembali menegaskan perannya sebagai forum ilmiah internasional yang mendorong lahirnya gagasan baru dan kolaborasi riset lintas institusi maupun lintas negara.
