Enter your keyword

Peletakan Batu Pertama “Erlangga Telescope House” Resmi Digelar di Observatorium Bosscha

Peletakan Batu Pertama “Erlangga Telescope House” Resmi Digelar di Observatorium Bosscha

BANDUNG, fmipa.itb.ac.id, -Observatorium Bosscha kembali menorehkan sejarah baru dalam pengembangan fasilitas edukasi dan penelitian astronominya. Pada hari Rabu 20 Mei 2026, telah resmi dilaksanakan acara Ground Breaking atau peletakan batu pertama untuk pembangunan Rumah Teleskop Erlangga (Erlangga Telescope House). Fasilitas baru ini merupakan hibah yang diberikan oleh Penerbit Erlangga kepada Observatorium Bosscha.

Acara berlangsung secara khidmat di area lapangan sisi timur Teropong Ganda Zeiss ini dihadiri oleh berbagai pihak. Dari jajaran Penerbit Erlangga, turut hadir Enny Wijayanti (Direktur Produk 1) dan Fikri Somyadewi (Direktur Produk 2). Hadir pula perwakilan dari ITB dan FMIPA seperti Wakil Rektor Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Pengembangan Prof. Ir. Agus Jatnika Effendi, Ph.D dan Dekan FMIPA ITB Aep Patah, Ph.D. Selain itu, acara ini juga disaksikan oleh jajaran muspika setempat, di antaranya Kepala Desa Wangunsari, Kepala Desa Lembang, serta Kapolsek Lembang.

Gambar 1. Peletakan batu pertama oleh Bu Nana.

Rangkaian acara dibuka oleh MC dan dilanjutkan dengan doa bersama. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sesi sambutan yang sarat akan makna kolaborasi.

Direktur Produk 1 Penerbit Erlangga, Enny Wijayanti, dalam sambutannya menyampaikan harapannya atas pembangunan ini. Ia menyebutkan bahwa melalui fasilitas ini, pusat literasi pengetahuan sains yang selama ini dijaga oleh Erlangga akhirnya dapat ditampilkan wujud fisiknya. Senada dengan hal tersebut, Direktur Produk 2, Fikri Somyadewi, menceritakan bahwa diskusi mengenai proyek ini sudah berlangsung panjang sejak Juli 2020. “Ini adalah bentuk sumbangsih Erlangga kepada ilmu pengetahuan sekaligus menjadi simbol penghubung antara praktisi dengan generasi muda, yang didedikasikan sebagai rumah belajar,” ungkapnya.

Dari pihak pelaksana konstruksi, perwakilan PT Pulau Intan menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dalam proyek yang sangat bermakna ini. Ia menekankan bahwa pembangunan di area bersejarah seperti Bosscha memiliki nilai penting yang membutuhkan tanggung jawab dan komitmen penuh.

Sementara itu, Prof. Agus Jatnika yang mewakili pihak ITB memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas hibah ini. Fasilitas ini diharapkan dapat terus memfasilitasi publikasi riset di tengah keterbatasan dana dari negara, serta mendukung target ITB untuk masuk ke dalam jajaran 150 besar kampus top dunia pada tahun 2030.

Gambar 2. Foto bersama para tamu undangan..

Puncak acara ditandai dengan prosesi peresmian di area lokasi proyek pembangunan. Prosesi ini berupa peletakan batu pertama dan adukan semen ke dalam lubang fondasi, lalu ditutup dengan pemotongan tumpeng dan sesi foto bersama.
Di penghujung acara, tim liputan berkesempatan melakukan wawancara dengan Wakil Ketua Tim Koordinasi FMIPA untuk Pembangunan Rumah Teleskop dan Teleskop Erlangga Prof. Premana Wardayanti Premadi, Ph.D. Beliau memaparkan bahwa fasilitas ini akan melengkapi instrumen yang sudah ada, serta memberikan lompatan teknologi yang mumpuni.
“Fasilitas ini berupa teleskop optik. Pemberian dari Erlangga ini sangat generous sekali, bahkan nanti yang diberikan adalah instrumen yang levelnya sudah bisa digunakan untuk riset,” jelas Prof. Premana yang akrab disapa Bu Nana. Beliau menambahkan bahwa fasilitas ini mencakup bangunan rumah teleskop itu sendiri serta unit teleskop lengkap dengan sistem kamera dan seluruh peranti pendukungnya.

Menjawab pertanyaan mengenai penyelarasan pembangunan dengan status Observatorium Bosscha sebagai kawasan cagar budaya, Bu Nana mengakui bahwa proses perencanaannya memang memakan waktu yang cukup lama. “Dari awal makanya agak lama, karena kita harus menyesuaikan pemilihan lokasi dan arsitekturnya agar tidak berseberangan (dengan cagar budaya). Posisinya mengambil tempat yang dekat ke arah barat supaya lebih bermanfaat penggunaannya,” terangnya.

Kolaborasi antara penerbit buku nasional dan institusi astronomi tertua di Indonesia ini diharapkan dapat semakin membuka jendela ilmu pengetahuan bagi masyarakat luas dan mencetak generasi muda yang memiliki ketertarikan tinggi terhadap eksplorasi alam semesta.
[VS]