Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe Kunjungi FMIPA ITB

BANDUNG, fmipa.itb.ac.id – Rabu (16/01/13) rombongan siswa/siswi Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe, Aceh berkunjung ke FMIPA ITB. Rombongan yang datang sebanyak 43 orang merupakan gabungan siswa dari kelas 10, 11, dan 12 dan beberapa guru pendamping. Bahkan yang jurusannya sosial pun ikut berkunjung. Mereka disambut oleh Tim HUMAS FMIPA, Dr. Yayan Sugianto dan Novriana Sumarti, Ph.D. di Basic Science Centre (BSC) A.

Acara dimulai dengan sambutan dari Tim HUMAS FMIPA dan salah satu guru pembimbing, Sarli. Menurut Sarli, kunjungan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dengan Jawa Barat dan memperoleh informasi lebih banyak mengenai seleksi masuk ITB agar lulusan dari Sekolah Sukma Bangsa ini dapat diterima di ITB untuk pertama kalinya.

“Masuk ITB sulit. Saat sudah diterima pun sulit. Bahkan untuk lulus juga sulit. Namun suasana belajar dan fasilitas di sini mendukung untuk dapat bekerja giat sehingga kesulitan itu tidak bisa dijadikan halangan. Jadi jangan membuang kesempatan yang ada. Segerakan niat untuk belajar lebih keras agar bisa diterima di ITB,” ungkap Novriana.

Pada acara ini, siswa/siswi Sekolah Sukma Bangsa dapat melihat tayangan video profil FMIPA ITB. Di dalam video itu dijelaskan tentang masing-masing prodi yang ada di FMIPA, yaitu Fisika, Matematika, Kimia, dan Astronomi. Dijelaskan juga bahwa lulusan FMIPA dapat bekerja dimana-mana. Selain itu Novriana juga memotivasi para siswa/siswi agar lebih mengedepankan akademik supaya cita-cita besar bisa tercapai.

Nampaknya siswa/siswi Sekolah Sukma Bangsa ini benar-benar tertarik untuk melanjutkan pendidikannya di ITB. Hal ini dapat diketahui dari beberapa pertanyaan yang mereka lontarkan pada Tim HUMAS FMIPA. Ada yang menanyakan tentang bagaimana seleksi masuk ITB untuk peserta olimpiade. Yayan menjelaskan bahwa 30 besar peserta olimpiade tingkat nasional akan dipanggil lagi untuk mengikuti pelatihan tingkat 2 dan sudah pasti bisa diterima di ITB. “Untuk peraih emas pada OSN, otomatis akan diterima di ITB,” tambah Yayan. Novriana pun menjelaskan untuk diterima di ITB lewat jalur SNMPTN Undangan, prestasi di tingkat SMA harus konsisten dari kelas 10 sampai kelas 12. Jika ada prestasi lain, seperti olimpiade dan kompetisi lainnya, bisa juga dilampirkan sertifikatnya pada saat mendaftar.

Tidak ketinggalan, Novriana juga menjelaskan tentang keunggulan kuliah di ITB, yaitu adanya jalur Fast Track. Jalur Fast Track merupakan program khusus untuk mahasiswa berprestasi agar bisa menjalani pendidikan jenjang S1 dan S2 dalam waktu 5 tahun.

“Semoga yang datang ke ITB ini bisa kesini lagi sebagai mahasiswa baru yang diterima di ITB dan mengharumkan nama sekolah sebagai angkatan pertama yang diterima di ITB,” ungkap Novriana di akhir acara.

Acara ditutup dengan penyerahan souvenir dari Sekolah Sukma Bangsa pada Tim HUMAS FMIPA dan souvenir dari FMIPA ITB pada Sekolah Sukma Bangsa. Setelah itu rombongan juga akan mengunjungi Observatorium Boscha, Lembang (PO)

Berita Terkait

EnglishIndonesia