Enter your keyword

Sakura Exchange Program In Science: Sembilan Hari Mengesankan di Mie University

Sakura Exchange Program In Science: Sembilan Hari Mengesankan di Mie University

Bagikan:

Bandung, FMIPA.itb.ac.id.    -Pada 16-24 Oktober 2018, tiga orang perwakilan dari ITB, Nabilah Zuhairah dan Fiqhri Heda Murdaka dari Program Studi Magister Fisika, Nufida Dwi Aisyah dari Program Studi Magister Teknik Fisika, serta tiga mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada mendapatkan kesempatan mengikuti Program Sakura dan didukung oleh Japan Science and Technology Agency (JST) untuk mengunjungi Mie University. Sakura Exchange Program in Science merupakan program pertukaran pelajar untuk meningkatkan kolaborasi antara universitas-universitas di Asia dan Jepang, sehingga para generasi mendatang yang akan memegang peranan penting di bidang sains dan teknologi terus terpacu mengembangkan keilmuan serta riset bersama.

Kali ini, Mie University mengundang mahasiswa dari ITB dan UGM yang memiliki ketertarikan terhadap quantum nano-materials design untuk belajar di Departemen Teknik Fisika di sana. Mie University terletak di kota Tsu, Mie Prefecture, Jepang. Menurut Nabilah, “Kota Tsu sangat tenang, dan berjalan kaki di sana terasa sangat menyenangkan, terutama karena cuacanya sangat baik. Di sana sedang musim gugur, tidak terlalu panas juga tidak terlalu banyak hujan.” Selain belajar di kota Tsu, para mahasiswa ini juga mendapat kesempatan mengunjungi Kyoto, Ise dan Toba di akhir pekan.

Topik yang diajarkan merupakan metode komputasional untuk menghitung sifat-sifat dari material seperti density of states, nilai celah pita energi, struktur pita, dan lain-lain. Pembelajaran dan praktik didampingi Professor Kohji Nakamura serta asisten Professor Abdul Muizz yang merupakan diaspora yang juga alumni ITB. Para mahasiswa Indonesia juga mendapat kesempatan mengunjungi clean room milik Teknik Listrik dan Elektronik serta laboratorium pembuatan baterai di Teknik Kimia. Selain itu, mereka juga menghadiri Konferensi Internasional yang diadakan oleh Fakultas Regional Innovation Studies, sebuah fakultas yang dibentuk untuk berkontribusi langsung pada riset dan pengembangan daerah.

Ketika ditanya pesan dan kesannya, Nufida menjawab “Secara keseluruhan, pengalaman ini sangat menyenangkan. Banyak hal baru yang dipelajari dan dialami seperti budaya yang unik, makanan dengan cita rasa yang berbeda, dan orang-orang yang sangat ramah dan menyenangkan. Saya berharap semoga program sakura bisa dilakukan dengan durasi lebih lama sehingga lebih banyak waktu untuk belajar dan mengenal hal baru.”

Suasana belajar di ruang kelas. Sumber : A. Nugroho

Foto grup sesi terakhir Sumber : A. Nugroho

“Kesempatan mengesankan yang kami dapatkan adalah pertemuan dengan Rektor Universitas bahkan masuk koran setempat. Dihari lain kami juga mengunjungi Dekan Fakultas Teknik.” ujar Fiqhri. “Rektor berpesan pada kami, bahwa persahabatan serta pengembangan riset dan inovasi antara Indonesia dan Jepang harus terus dipertahankan hingga generasi kami nanti yang menjadi pemimpin dua puluh tahun ke depan” tambah Nabilah. Satu hal yang sangat tertanam dari pesan Prof. Yoshihiro Komada, Rektor Mie University, kepada mahasiswa Indonesia, bahwa program pertukaran pelajar dikatakan berhasil, jika para peserta pulang dengan membawa perubahan diri menjadi lebih baik, serta mampu menularkan semangat belajar, riset, dan pengembangan diri kepada mahasiswa-mahasiswa lainnya di Indonesia. [a.nugroho]

X