ITB-OU Joint Workshop: Introduction to Graduate Programs of Physics in Osaka University and the Future Exchange Program with ITB (Day 1)

Bagikan:

Bandung, FMIPA.itb.ac.id   -Menjalin kerja sama antar institusi merupakan suatu program yang memberi banyak manfaat bagi kedua pihak. Salah satunya adalah menciptakan relasi yang luas serta menghasilkan karya luar biasa yang berasal dari kolaborasi multidisiplin ilmu. Begitu pula dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Osaka University (OU). Keduanya akan mengadakan kerja sama untuk program studi fisika. Acara ini mendatangkan tiga pemateri yang merupakan professor di Osaka University. Selain itu acara ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB, Prof. Edy Tri Baskoro, M.Sc., Ph.D. dan Wakil Dekan FMIPA, Prof. Dr.Eng. Abdul Waris, M.Eng serta beberapa dosen fisika ITB. Peserta yang hadir merupakan mahasiswa dari beberapa disiplin ilmu, namun didominasi oleh mahasiswa program studi fisika ITB. Acara yang dilangsungkan oleh ITB dan OU berjudul, “ITB-OU Joint Workshop: Introduction to Graduate Programs of Physics in Osaka University and the Future Exchange Program with ITB.” Acara ini dimuat dalam bentuk workshop yang akan berlangsung selama dua hari, yaitu Kamis (21/02/19) dan Jum’at (22/02/19).

Hari pertama workshop dimulai pada pukul 14.00 – 15.30 WIB. Awal acara disambut oleh Rachmat Hidayat S.Si, M.Eng., Ph.D., salah satu dosen fisika ITB. Beliau memberikan sedikit latar belakang dari acara ini, yaitu untuk memperkenalkan kepada mahasiswa ITB khususnya fisika, terkait apa saja yang akan dipelajari jika mereka melanjutkan studinya di OU.

Rencananya akan ada dua program, yaitu program reguler (melalui program International Physics Course dari Physics Osaka University) dan program double degree Physics ITB – Physics OU. Sedangkan program double degree ditujukan untuk mahasiswa magister dengan studi satu tahun di ITB dan satu tahun lainnya di OU. Untuk tahun ini hanya ada satu mahasiswa Indonesia yang melakukan studi di OU yang berasal dari Jakarta.

Sambutan kedua datang dari Dekan FMIPA ITB, Prof. Edy Tri Baskoro, M.Sc., Ph.D.. Beliau menyambut para pemateri akan kehadirannya di Bandung. Beliau pun memaparkan bahwa kerja sama antar institut ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yaitu antara ITB dengan Kanazawa University sejak tahun 2009 silam. Kerja sama dilakukan dalam bentuk program double degree untuk mahasiswa magister. Sampai saat ini telah terdapat 60 lulusan dari program kerja sama tersebut. Beliau berharap kerja sama yang akan dilakukan saat ini berjalan dengan lancar. Di akhir sambutannya dengan resmi beliau membuka workshop ini.

Gambar 1. Sambutan dari Rachmat Hidayat S.Si, M.Eng., Ph.D. (Sumber: md)

Gambar 2. Sambutan dari Prof. Edy Tri Baskoro, M.Sc., Ph.D. (Sumber: md)

Acara selanjutnya diisi oleh pembicara tamu dari OU, yaitu Prof. Dr. Atsushi Hosaka. Beliau merupakan seorang kepala Internatioal Physics Course (IPC) Osaka University. Pemaparannya diawali dengan memperkenalkan profil Osaka dan Jepang. Di Osaka terdapat Gunung Fuji yang sudah terkenal di dunia. Di Osaka juga terdapat suatu pabrik mie instan yang sekarang sudah populer dan dikonsumsi oleh penduduk di seluruh dunia. Selain itu di Osaka juga terdapat Osaka Monorail yang diprakarsai oleh OU. Osaka University terbagi ke dalam tiga kampus, yaitu Toyonaka Campus, Suita Campus, dan Minoh Campus. Ketiga daerah kampus ini dilalui oleh jalur Osaka Monorail.

Gambar 3. Pemaparan dari Prof. Dr. Atsushi Hosaka (Sumber: md)

Gambar 4. Pemaparan dari Prof. Dr. Mikoto Koshino (Sumber: md)

Dilihat dari sejarahnya, pada tahun 1838 OU merupakan suatu sekolah bernama Teki-juku. Kemudian tahun 1931, disiplin ilmu yang pertama dikembangkan di sana adalah medicine and science. Kemudian sekolah ini berkembang dan berganti nama menjadi Osaka Imperial University. Hingga pada tahun 1941 namanya ditetapkan kembali menjadi Osaka University. Saat ini, di OU terdapat 3500 profesor dan 3000 staf administrasi. Pada tahun 2018 terdapat 2.840 mahasiswa asing dengan 2000 mahasiswanya berasal dari Asia. Dari angka tersebut, 123 mahasiswanya berasal dari Indonesia.  Di OU terdapat dua jenis jalur yang dapat dipilih oleh mahasiswanya pada departemen fisika OU, yaitu IPC dan Special Integrated Science Course (SISC). Di dalam departemen fisika, fokus studinya mencakup condensed matter, particle, nuclei, dan astronomy. Selain itu OU juga mengembangkan fokus studi kimia, biologi, teknik, kedokteran, dan lain-lain. Di OU, mahasiswa diberikan fasilitas yang luar biasa, seperti accelerators, lasers, dan supercomputers.

Departemen Fisika OU juga memiliki kelompok riset, yang tergolong ke dalam empat departemen fokus studi, yaitu Particle and Nuclear Physics, Condensed Matter Physics and Interdisciplinary Physics, Fundamental Physics, dan Quantum Physics. Salah satu contoh kelompok riset di dalam departemen fokus studi Particle and Nuclear Physics adalah Kishimoto Group. Hal ini berarti kelompok riset ini dipimpin oleh Prof. Kishimoto. Di dalamnya terdapat tiga anggota, yaitu Kensaku Matsuta (Associate Professor), Mitsunori Fukuda (Associate Professor), dan Mototsugu Mihara (Assistant Professor). Tujuan penelitiannya adalah untuk mendeteksi efek quark dan meson pada nucleus. Efek – efek ini ditujukan untuk dikaitkan secara kuat pada kepadatan bahan nuklir.

Gambar 5. Pemaparan dari Prof. Dr. Tadafumi Kishimoto (Sumber: md)

Gambar 6. Sesi Foto Bersama (Sumber: md)

Setelah pemaparan beberapa kelompok riset, Prof. Dr. Atsushi Hosaka menutupnya dengan membagikan buah tangan dari OU kepada peserta, berupa modul terkait seluk beluk IPC, modul dari Research Center for Nuclear Physics OU, flyer terkait OU, paper bag bertuliskan Osaka University, hingga mie instant dari Osaka. Setelah itu dilakukan sesi pemberian cinderamata dari FMIPA kepada para pemateri yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Workshop di hari pertama dalam rangkaian acara ini adalah pembuka untuk acara di hari berikutnya. Selama pemaparan yang diberikan pemateri, peserta sangat antusias menyimak dan mengikuti alur pemaparan tersebut. Setelah acara selesai, beberapa peserta yang masih sangat antusias, menghampiri masing-masing pemateri untuk bertanya beberapa hal terkait pemaparannya. Pemaparan yang lebih detil dari masing-masing pemateri akan dibahas pada Jum’at (22/02/19). Nantikan informasi berikutnya! [Muthia Dewi]

Berita Terkait

EnglishIndonesia